Dapat Gelar Pelipur Lara

769
KEBANGGAAN: Pemain Satya Wacana Salatiga Firman Dwi Nugroho dan pelatih Efri Meldi setelah menerima gelar penghargaan individu IBL 2016, kemarin. (IST)
KEBANGGAAN: Pemain Satya Wacana Salatiga Firman Dwi Nugroho dan pelatih Efri Meldi setelah menerima gelar penghargaan individu IBL 2016, kemarin. (IST)
KEBANGGAAN: Pemain Satya Wacana Salatiga Firman Dwi Nugroho dan pelatih Efri Meldi setelah menerima gelar penghargaan individu IBL 2016, kemarin. (IST)
KEBANGGAAN: Pemain Satya Wacana Salatiga Firman Dwi Nugroho dan pelatih Efri Meldi setelah menerima gelar penghargaan individu IBL 2016, kemarin. (IST)

SEMARANG – Laga playoff ronde pertama hari kedua Indonesian Basketball League (IBL) 2016 kemarin di Britama Arena, Mahaka Square, Jakarta, menghadirkan laga seru antara CLS Knights Surabaya lawan wakil Jateng Satya Wacana Salatiga. Secara peringkat, CLS Knights berada di puncak sementara Satya Wacana jauh di bawah yakni peringkat delapan. Sempat memberi perlawanan, Satya Wacana akhirnya menyerah 52-62 dan gagal melangkah ke semi final.

Meski langkah Satya Wacana terhenti di babak delapan besar ini, namun Satya Wacana mendapatkan gelar pelipur lara setelah menerima tiga penghargaan individu. Firman Dwi Nugroho menyabet dua gelar sekaligus yakni yakni Defesinve Player of The Year dan Most Improved Player of The Year. Sedangkan Pelatih Efri Meldi sukses merengkuh Coach of the Year. “Penghargaan ini melibatkan voting dari 18 media terpilih (70 persen) dan juga berdasarkan statistik dari seri pertama hingga seri enam reguler season dan 30 persen dari kami,” ungkap Hasan Gozali selaku Komisioner IBL.

Firman Dwi Nugroho center andalan Satya Wacana Salatiga bersyukur atas dua penghargaan yang ia raih. “Semoga dua penghargaan ini tidak membuat saya merasa hebat, tapi terus berlatih keras agar tim saya bisa berprestasi lebih baik,” ujar mantan pemain SMA Theresiana Semarang ini.

Sementara pelatih Efri Meldi mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media atas pemberitaan timnya selama ini dan juga kepada rekan-rekan media yang telah memilihnya sebagai pelatih terbaik musim ini. “Ini bukan tujuan saya untuk mendapatkan penghargaan, tapi saya berterima kasih kepada IBL dan juga rekan media yang telah memilih saya dan juga yang selalu meliput tim Satya Wacana Salatiga. Para pemainlah yang membuat saya mendapatkan penghargaan ini,” tandasnya

Efri mengaku telah mengeluarkan kemapuan terbaiknya dan berharap musim depan mereka akan kembali lolos ke babak playoffs dengan peringkat yang lebih baik lagi. “Kami sudah berhasil meredam fast break lawan, tapi kami kalah dalam ofensif rebound, namun saya berterima kasih kepada para pemain yang telah berjuang dengan sekuat tenaga,” komentar Efri Meldi. “Ini merupakan playoffs pertama kami, jadi mungkin kami demam panggung. Tapi semuanya sudah memberikan yang terbaik untuk Satya Wacana Salatiga,” kata Efri yang juga menambahkan, musim depan ia berkomitmen untuk tetap di Satya Wacana. (smu)