Warga Sumbersari Boikot Tim Pembebasan Lahan

367

KENDAL—Ratusan warga Desa Sumbersari Kecamatan Ngampel memboikot pelaksanaan musyawarah yang digelar tim satuan kerja pembangunan jalan tol. Aksi boikot tersebut lantaran belum ada kejelasan besaran harga ganti rugi. Malah, tersebar isu jika ganti rugi lahan jauh dari standar harga pasaran tanah di Kecamatan Ngampel.

Sedianya rapat tersebut untuk mempertemukan antara warga yang terkena imbas pembangunan jalan tol, Tim Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Tol Batang-Semarang, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Camat Ngampel. Namun, rapat hanya dihadiri lima warga. Itupun, warga enggan menandatangani daftar hadir peserta musyawarah. Padahal sesuai undangan, ada 180 warga yang harusnya datang.

Munawar, warga Desa Sumbersari mengatakan bahwa musyawarah tersebut untuk mengumpulkan berkas-berkas lahan yang akan dibangun jalan tol. “Warga enggan datang dan enggan tanda tangan, karena belum ada kesepakatan harga,” ujarnya, Senin (16/5) kemarin.

Dalam rapat tersebut, diakuinya, warga diminta mengumpulkan berkas sebagai syarat pembebasan lahan dan pembayaran ganti rugi. Di antaranya, bukti surat-surat kepemilikan tanah, KTP dan sebagainya.

“Jadi yang hadir hanya perwakilan dari sekitar 180 warga yang terdampak pembangunan jalan tol. Karena keinginan warga simpel saja, hanya ingin kejelasan penetapan harga ganti rugi saja yang layak. Kalau masalah berkas, semua warga sudah siap,” tandasnya.

Lahan yang bakal dibangun tol di Desa Sumbersari, paparnya, kebanyakan lahan pertanian dan sebagian kecil permukiman. Lahan pertanian tersebut tergolong produktif dengan tanaman padi, jagung dan bawang. “Tergolong produktif, dalam satu tahun bisa dua sampai tiga kali panen. Jadi itu mestinya menjadi pertimbangan,” tandasnya.