DIPANDU: Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) di SDLB YPAC Semarang yang diikuti 18 siswa. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPANDU: Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) di SDLB YPAC Semarang yang diikuti 18 siswa. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPANDU: Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) di SDLB YPAC Semarang yang diikuti 18 siswa. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPANDU: Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) di SDLB YPAC Semarang yang diikuti 18 siswa. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG — Ujian Nasional (Unas) SD baik negeri maupun swasta jangan dianggap enteng. Pasalnya, semua tes yang dilaksanakan siswa, tetap memengaruhi kelulusan. Karena itu, pengerjaannya harus dilakukan secara serius, karena yang menilai dari pihak sekolah.

”Pengerjaannya harus dilakukan secara serius oleh siswa, karena hasil akhir yang bagus itulah yang diharapkan semua siswa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin saat melakukan pantauan pelaksanaan Unas SD hari pertama di sejumlah SD di Kota Semarang, kemarin (15/5).

Bunyamin mengatakan, Unas SD berbeda dengan Unas SMP dan SMA. Untuk Unas SD, materi soal 25 persen kisi-kisi dari pusat, dan 75 persen dari regional Jateng. Selain itu, tiga mapel diujikan pada hari pertama Unas SD, yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Selanjutnya untuk mata pelajaran lain, seperti IPS, agama dan lainnya, materi soal dibuat dari pihak sekolah yang dinamakan Ujian Sekolah (US).

”Semua penilaian ujian dan penentuan kelulusan dari pihak sekolah. Meski demikian, sebisa mungkin para siswa mengerjakan dengan baik. Karena sangat menentukan dalam memilih sekolah selanjutnya,” ujarnya.