Satker Tol Waswas

338
KENDALA: Lahan untuk jalan tol yang belum bebas di Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono. (TRI WIDODO/ RADAR SOLO)
KENDALA: Lahan untuk jalan tol yang belum bebas di Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono. (TRI WIDODO/ RADAR SOLO)
KENDALA: Lahan untuk jalan tol yang belum bebas di Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono. (TRI WIDODO/ RADAR SOLO)
KENDALA: Lahan untuk jalan tol yang belum bebas di Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono. (TRI WIDODO/ RADAR SOLO)

BOYOLALI – Adanya puluhan bidang lahan terdampak proyek jalan tol yang belum bebas, mengakibatkan pelaksanaan teknis jalan terganggu. Bahkan satuan kerja (Satker) Tol Solo-Kertosono (Soker) belum dapat memastikan, apakah jalan bebas hambatan itu bisa difungsikan saat mudik Lebaran atau tidak.

Mengingat pihak Satker tak mau memberikan harapan kepada masyarakat terkait pembangunan jalan tol yang hingga kini masih terdapat beberapa kendala. Terutama masalah ketersediaan lahan.
“Kita realistis saja dan tak mau menyampaikan angin surga atau kesannya pencitraan. Karena faktanya ada tanah yang bisa dibebaskan,” ungkap Kepala Satker Tol Soker, Aidil Fiqri, saat dihubungi, kemarin (16/5).

Saat ini, pihaknya tengah menggenjot penyelesaian pengerjaan fisik jalan di lahan yang telah bebas. Karena penyelesaian fisik jalan tol ini diharapkan dapat segera selesai. Sehingga jika sewaktu-waktu sebagian jalan tol akan difungsikan oleh kementerian perhubungan (Kemenhub) untuk arus Lebaran, sudah siap. “Kita tunggu nanti ada perubahan rencana atau tidak, setelah adanya lahan yang belum bebas ini,” jelas Aidil.

Kepada masyarakat pemilik lahan, diharapkan tak menghambat proses pembangunan jalan tol dengan menaikan harga tanah yang kurang wajar. Sehingga proses pembebasan lahan menjadi molor. Yang dapat berakibat pada molornya hajat negara dalam membangun infrastruktur, sehingga dapat memperlancar akses transportasi.