Johar Lin Eng (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Johar Lin Eng (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Johar Lin Eng (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Johar Lin Eng (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Wacana mosi tidak percaya yang akan dikeluarkan oleh voters PSSI mencuat setelah induk organisasi sepak bola Indonesia itu tidak kunjung menggubris permintaan Kongres Luar Biasa (KLB) dari voters yang kemarin menamakan diri sebagai Kelompok 85.

“Kami juga sepakat untuk tidak menghadiri kongres tahunan PSSI di Balikpapan 1 Juni 2016 mendatang. karena kami menilai kepengurusan PSSI saat ini sudah tidak credible, jadi buat apa kongres tahunan?,” kata Ketua Asprov PSSI, Johar Lin Eng, yang juga salah satu penggagas Kelompok 85.

Johar juga mengatakan, wacana KLB saat ini juga semakin menguat dengan terus bertambahnya anggota Kelompok 85. Terakhir dua pemilik suara PSSI yaitu PSM Makassar dan Barito Putera juga telah mengirimkan surat permintaan KLB.

Jika di total, kata Johar saat ini sudah terdapat 89 pemilik suara terdiri dari 14 klub ISL, 14 klub Divisi Utama, 13 Divisi Satu, 18 tim Liga Nusantara, 28 Asosiasi Provinsi (Asprov) dan 2 Asosiasi telah resmi menyatakan permintaan KLB PSSI.

Dalam statuta PSSI pasal 30 ayat 2, KLB baru dapat digelar jika 2/3 anggota pemilik suara menginginkannya. Desakan tersebut juga harus disertai dengan pernyataan tertulis. Selain itu KLB baru bisa digelar tiga bulan sejak permintaan dari 2/3 anggota pemilik suara diterima secara resmi.

Pilihan untuk memberikan mosi tidak percaya kepada PSSI lanjut Johar tidak akan bisa terelakkan lagi jika memang PSSI tidak menggubris permintaan KLB yang saat ini sudah dilayangkan Kelompok 85. “Sampai saat ini kan juga belum ada jawaban pasti dari PSSI soal permintaan KLB yang sudah kami ajukan,” pungkasnya. (bas/smu)