SEMARANG – Satu per satu kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur terungkap. Kali ini, terjadi di Kota Semarang. Seorang gadis belia berusia 15 tahun diduga diperkosa oleh pria berinisial HER, warga Kampung Sukolilo, Semarang Tengah.

Pelaku yang berprofesi sebagai sopir angkot tersebut tega menggagahi gadis berinisial, EL, warga Jalan Kumudasmoro, Bongsari, Semarang Barat. Ironisnya, pelaku adalah pacar dari ibu korban bernisial MNL, 35. Perbuatan bejat tersebut dilakukan di tempat kos HER di Jalan Genuksari, Semarang pada Sabtu (14/5) sekitar pukul 13.00 lalu.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kejadian yang menimpa korban EL berawal saat dirinya dihubungi HER melalui telepon selularnya. Saat itu, HER menanyakan keberadaan ibunya lantaran tidak ada respons ketika dihubungi oleh pelaku.

”Jadi, dia (HER) telepon ibunya dulu, tapi tidak ada jawaban. Kemudian telepon nomor HP anaknya,” jelas salah satu sumber di SPKT Polrestabes Semarang, Senin (16/5) kemarin.

Entah jurus bujuk rayu apa yang ditebarkan pelaku, hingga gadis belia itu menuruti perintahnya untuk datang ke tempat kos HER. Saat itu, korban EL datang sendirian. ”Setelah EL menemui HER di kosnya, dia dipaksa untuk berhubungan intim. Ya, istilahnya diperkosa,” katanya.

Saat itu, korban tak kuasa menolak, karena terus dipaksa. Awalnya, kejadian tersebut tidak diketahui oleh ibu korban. Hingga pada akhirnya MNL mendengar jika HER telah melakukan aksi pencabulan terhadap putrinya. Spontan MNL yang mendengar kabar tersebut geram. Ia memutuskan untuk melapor ke polisi. ”Tahu perbuatan itu, langsung saya laporkan ke polisi,” ujar MNL geram.

Laporan ibu korban kini ditangani penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang. Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat UU RI Nomor 23 tahun 2004 tentang perlindungan anak.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, mengakui laporan tersebut belum diterimanya. Namun demikian, pihak kepolisian akan memproses terkait pelaporan tersebut. ”Kami akan proses. Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya. Termasuk agar jauh-jauh dari narkoba dan miras,” katanya. (mha/aro/ce1)