HOBI MENULIS: Zahratul Wahdati dan buku kumpulan cerita pendek karyanya. (ISTIMEWA)
HOBI MENULIS: Zahratul Wahdati dan buku kumpulan cerita pendek karyanya. (ISTIMEWA)
HOBI MENULIS: Zahratul Wahdati dan buku kumpulan cerita pendek karyanya. (ISTIMEWA)
HOBI MENULIS: Zahratul Wahdati dan buku kumpulan cerita pendek karyanya. (ISTIMEWA)

Bagi Zahratul Wahdati, menulis adalah hobi yang sangat menyenangkan. Bahkan bagi dia, menulis merupakan sebuah kebutuhan. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

NAMA Zahratul Wahdati mungkin belum terlalu familier bagi para penyuka buku. Penulis yang memiliki panggilan akrab Zahra ini memang terhitung baru di dunia tulis-menulis. Zahra sendiri masih berstatus mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universtas PGRI Semarang (Upgris).

Meski berstatus penulis muda, karya tulisannya sudah banyak tersebar di berbagai media, baik cetak maupun online. Gadis kelahiran Pemalang, 27 Desember 1994 ini juga sudah menulis buku kumpulan cerita pendek berjudul Layung.

Putri pertama dari dua bersaudara pasangan almarhum Mudakir dan Tasripah ini mengaku memiliki kegemaran menulis sejak masih duduk di bangku SMP kelas IX. Menulis dijadikannya sebuah pelampiasan ketika ia merindukan sang ayah yang telah tiada. Kebetulan ayahnya meninggal saat Zahra masih duduk di bangku SMP.

Kegemaran menulis berlanjut hingga duduk di bangku SMA. Meski belum serius benar, namun kemampuannya semakin terasah. Ia mulai serius menekuni dunia tulis-menulis sejak 2013. Pada tahun pertama itulah, egonya masih sangat tampak. Terutama dengan ketidaksukaannya kalau karya yang sudah dihasilkannya menuai kritik.