BPBD Bangun Tanggul Sementara

Siapkan Tempat Pengungsian

360
BUAT TANGGUL : Warga Desa Wonokerto bersama TIM SAR membuat tanggul sementara di sepanjang Sungai Wonokerto dengan menggunakan karung plastik yang diisi tanah liat dan pasir. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS)
BUAT TANGGUL : Warga Desa Wonokerto bersama TIM SAR membuat tanggul sementara di sepanjang Sungai Wonokerto dengan menggunakan karung plastik yang diisi tanah liat dan pasir. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS)
BUAT TANGGUL : Warga Desa Wonokerto bersama TIM SAR membuat tanggul sementara di sepanjang Sungai Wonokerto dengan menggunakan karung plastik yang diisi tanah liat dan pasir. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS)
BUAT TANGGUL : Warga Desa Wonokerto bersama TIM SAR membuat tanggul sementara di sepanjang Sungai Wonokerto dengan menggunakan karung plastik yang diisi tanah liat dan pasir. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS)

WONOKERTO-Pasca meluapnya banjir rob, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan membuat tanggul sementara menggunakan karung plastik berisi tanah. Pembuatan tanggul dilakukan lantaran air sungai yang terbentang dari Desa Mayangan, Bebel, hingga Wonokerto Wetan dan Kulon, Kecamatan Wonokerto, kian meninggi dan masuk ke permukiman rumah hingga ketinggian 40 sentimeter. Bahkan, hampir 900 rumah yang berada di wilayah sekitar sudah tergenang air.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko, mengatakan bahwa pihaknya saat ini sudah memberikan bantuan sebanyak 400 kantong plastik, yang digunakan untuk membuat tanggul sementara, yang sebagian tepinya mulai jebol.

Selain itu, untuk saat ini BPBD sudah menyiapkan Tim SAR sebanyak 30 orang yang disebar di beberapa titik, yang ada di Desa Wonokerto. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi adanya bencana banjir yang lebih besar.

“Ada 400 karung plastik sudah kami bagikan untuk membuat tanggul sementara, dan 30 orang Tim SAR dalam siaga satu, mereka ada di pos pos yang dinilai rawan banjir,” ungkapnya.