80 Diplomat Kunjungi Pabrik Sido Muncul

352
BELAJAR JAMU: Sekretaris Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu RI, Marina Estella Anwar Bey tengah memberikan penjelasan kepada 80 diplomat yang siap bertugas ke berbagai negara Asia, Eropa, dan Amerika, dalam kunjungannya ke pabrik Sido Muncul, kemarin. (TRI SUTRISTYANINGSIH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELAJAR JAMU: Sekretaris Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu RI, Marina Estella Anwar Bey tengah memberikan penjelasan kepada 80 diplomat yang siap bertugas ke berbagai negara Asia, Eropa, dan Amerika, dalam kunjungannya ke pabrik Sido Muncul, kemarin. (TRI SUTRISTYANINGSIH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELAJAR JAMU: Sekretaris Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu RI, Marina Estella Anwar Bey tengah memberikan penjelasan kepada 80 diplomat yang siap bertugas ke berbagai negara Asia, Eropa, dan Amerika, dalam kunjungannya ke pabrik Sido Muncul, kemarin. (TRI SUTRISTYANINGSIH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELAJAR JAMU: Sekretaris Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu RI, Marina Estella Anwar Bey tengah memberikan penjelasan kepada 80 diplomat yang siap bertugas ke berbagai negara Asia, Eropa, dan Amerika, dalam kunjungannya ke pabrik Sido Muncul, kemarin. (TRI SUTRISTYANINGSIH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu) memiliki kewajiban untuk memberikan pembekalan kepada para diplomat yang akan bertugas ke berbagai negara baik Asia maupun Eropa. Pembekalan tersebut diantara dengan mengunjungi daerah untuk melihat potensi yang ada dan memasarkannya ke luar negeri.

Sekretaris Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu RI, Marina Estella Anwar Bey, mengatakan kunjungan 80 diplomat Kemenlu, Senin (16/5) ke pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang untuk melihat langsung proses produksinya. Para diplomat ini memiliki tugas sebagai marketer harus memiliki bekal pengetahuan untuk memasarkan produk-produk Indonesia ke luar negeri. “Sebagai marketer, diplomat ini memiliki keempatan untuk melakukan diplomasi ekonomi dalam arti menjual produk-produk dalam negeri ke luar negeri,” tuturnya.

Menurutnya selain memberikan pembekalan mengenai kawasan negara penempatan, pihaknya juga memberikan kesempatan para diplomat berkunjung ke daerah-daerah untuk melihat peluang. ‘’Karena mereka (para diplomat) harus menjadi marketer,” tegasnya.

Ditambahkan Kemenlu juga memiliki kebijakan untuk diplomasi ekonomi, seperti disampaikan Presiden Jokowi harus menjual produk-produk Indonesia ke luar negeri. Selain Sido Muncul, ungkap Estella, rombongan diplomat juga akan berkunjung ke Jepara untuk melihat produk-produk mebeler. Produk dalam negeri itu nantinya akan dipromosikan ke luar negeri. “Kita pilih Sido Muncul karena cukup besar dan potensial. Saya pernah di Hamburg Jerman memang ada toko Indonesia yang menjual Tolak Angin, karena pelajar atau orang Indonesia di sana cocok pakai Tolak Angin,” ungkapnya.