Ratusan Warga Ikuti Gebyuk Ikan

387
MERIAH : Ratusan warga terjun ke Sungai Bulanan meramaikan tradisi Gebyuk Ikan di Desa Laban, Kangkung, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH : Ratusan warga terjun ke Sungai Bulanan meramaikan tradisi Gebyuk Ikan di Desa Laban, Kangkung, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH : Ratusan warga terjun ke Sungai Bulanan meramaikan tradisi Gebyuk Ikan di Desa Laban, Kangkung, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH : Ratusan warga terjun ke Sungai Bulanan meramaikan tradisi Gebyuk Ikan di Desa Laban, Kangkung, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Memasuki musim kemarau, ada tradisi unik di Desa Laban, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Mereka menggelar Festival Gebyuk Ikan. Yakni mencari ikan menggunakan alat tradisional susug yang terbuat dari bambu dan dibentuk menyerupai keranjang.

Ratusan warga, baik tua maupun muda ikut menyemarakkan Festival Gebyuk yang dilombakan oleh pihak desa. Para peserta terjun dan berbasah-basah ria di Sungai Bulanan Dukuh Sebeo, desa setempat.

Tidak mudah untuk menangkap ikan menggunakan alat susug ini. Apalagi kondisi air keruh, sehingga ikan tidak terlihat mata. Terpaksa para peserta mencari menggunakan indra perasa dan tangan. Peserta yang menang, yang mendapatkan ikan banyak dengan timbangan paling berat.

“Tradisi ini sudah berjalan sejak zaman dulu. Jadi warga Desa Laban setiap menghadapi musim kemarau tiba, melakukan gebyuk. Ini kemudian dilestarikan dan dikemas dalam bentuk festival gebyuk dengan memperebutkan hadiah, sehingga bisa semarak,” ujar Kepala Desa Laban, Ulil Amri, Minggu (15/5) kemarin.