Rally Cooking Nasi Goreng Raih Leprid

532
ENAK TENAN: Direktur Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) Paulus Pangka (ketiga dari kanan) bersama panitia acara saat mencicipi nasi goreng buatan peserta rally cooking. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ENAK TENAN: Direktur Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) Paulus Pangka (ketiga dari kanan) bersama panitia acara saat mencicipi nasi goreng buatan peserta rally cooking. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ENAK TENAN: Direktur Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) Paulus Pangka (ketiga dari kanan) bersama panitia acara saat mencicipi nasi goreng buatan peserta rally cooking. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ENAK TENAN: Direktur Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) Paulus Pangka (ketiga dari kanan) bersama panitia acara saat mencicipi nasi goreng buatan peserta rally cooking. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 500 orang dari 100 kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Semarang Timur berhasil memecahkan rekor Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) dalam lomba rally cooking dengan peserta terbanyak di sebuah supermarket di Sambiroto, Tembalang, Minggu (15/5).

Seratus kelompok PKK itu beradu ketangkasan memasak secara estafet dan menguji kreativitas serta kekompakan peserta. Awalnya, para peserta tidak mengetahui menu apa yang dimasak, karena bahan yang disediakan panitia masih dirahasiakan.

Panitia acara, Herman Huang, mengatakan, dalam lomba tersebut peserta tidak tahu menu apa yang akan dimasak. Karena bumbu dan bahan baru diberikan sesaat sebelum lomba dimulai. ”Penilaian lomba adalah kekompakan, penampilan yang menarik dalam memasak, cara pengajian dan rasa. Animo masyarakat cukup tinggi dalam acara ini hingga jumlah peserta membeludak,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Setelah lomba usai, akhirnya berhasil dihasilkan 100 piring menu nasi goreng. Dipilih nasi goreng, menurut Herman, karena menu kuliner ini adalah salah satu menu khas nusantara yang hampir ada di setiap daerah. ”Menu ini banyak tersebar di berbagai daerah, jadi kreativitas para peserta diuji di sini untuk membuat olahan yang berbeda,” ujar Sri Mulyani, panitia acara lainnya.

Direktur Leprid, Paulus Pangka, mengatakan, jika lomba tersebut memiliki konsep sangat unik. Karena dilakukan secara estafet dan menu yang dibuat masih dirahasiakan.

”Kreativitas dari para peserta pun cukup tinggi dan bisa memasak dengan cepat. Lomba ini berhasil memecahkan prestasi rally cooking dengan peserta terbanyak,” katanya. (den/aro/ce1)