SAATNYA DITATA: Lima tiang kabel telepon dan jaringan penyedia data internet terpasang di Jalan MT Haryono, Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAATNYA DITATA: Lima tiang kabel telepon dan jaringan penyedia data internet terpasang di Jalan MT Haryono, Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KABEL listrik PLN, Telkom, dan lainnya yang semrawut di Kota Semarang, rupanya telah menjadi perhatian Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR) Kota Semarang. Apalagi ditambah dengan pemasangan tiang kabel di satu titik hingga 2-5 tiang sekaligus yang tentunya semakin memburuk estetika kota.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas PJPR Kota Semarang, Anton Siswartono, mengaku telah membuat kajian untuk mengubah tiang dan kabel yang ada dengan sistem tanam atau ducting. ”Tahun ini kami membuat kajian untuk kabel tanam, sehingga kabel Telkom, PLN dan yang lainnya ada di dalam tanah menjadi satu gorong-gorong agar tidak merusak estetika kota,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Setelah dilakukan kajian, lanjut dia, rencananya akan dilakukan proyek percontohan ducting di daerah yang masih berkembang. Seperti Kecamatan Gunungpati dan Mijen pada 2017 mendatang. ”Kalau untuk jalan protokol, cenderung rumit. Tapi bisa jadi juga akan dilakukan. Percontohannya ada di Mijen dan Gunungpati,” ujarnya.

Ia mengakui, penataan tiang kabel saat ini sangat semrawut dan merusak estetika kota. Kajian yang sedang dilakukan, kata dia, mengadopsi ducting yang sudah dilakukan di sejumlah perumahan elite. Seperti Perumahan Graha Padma dan Perumahan Graha Wahid yang bersih dari tiang listrik.

”Tiangnya saat ini masih sendiri-sendiri (PLN maupun Telkom). Kajian yang dilakukan layak atau tidak masih terus dibahas. Apalagi biaya pembuatan ducting sangat tinggi. Kami juga menggandeng instansi terkait dalam pembahasan kajian ini,” tuturnya.