Pasang Bendera Setengah Tiang

523
BERDUKA: Warga Kebonharjo memasang bendera setengah tiang sebagai wujud keprihatinan atas arogansi PT KAI. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDUKA: Warga Kebonharjo memasang bendera setengah tiang sebagai wujud keprihatinan atas arogansi PT KAI. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDUKA: Warga Kebonharjo memasang bendera setengah tiang sebagai wujud keprihatinan atas arogansi PT KAI. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDUKA: Warga Kebonharjo memasang bendera setengah tiang sebagai wujud keprihatinan atas arogansi PT KAI. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

TANJUNG MAS – Warga Kebonharjo, Kelurahan Tanjungmas, Semarang, melakukan aksi keprihatinan dengan mengibarkan bendera merah putih setengah tiang. Aksi tersebut bukan karena memperingati hari besar, namun sebagai simbol perlawanan dan keprihatinan warga atas arogansi PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang akan tetap melakukan penertiban rumah warga.

Kuasa hukum warga Kebonharjo, Budi Sekoriyanto, mengatakan, jika warga mendapatkan informasi terkait penertiban dan pembebasan lahan yang rencananya akan dilakukan pekan depan (minggu ini) terhadap enam rumah warga yang menerima biaya bongkar dan datang dalam sosialisasi kedua dan ketiga yang diselenggarakan di Gedung Marabunta beberapa waktu lalu.

”Warga lain tetap melakukan penolakan. Mereka (PT KAI) sangat arogan dan melanggar MoU reaktivasi dengan membangun jalur shortcut yang menerjang 130 rumah warga,” katanya, Minggu (15/5) siang.

Warga sendiri merasa sangat prihatin dengan arogansi yang dilakukan oleh oknum PT KAI, apalagi sebanyak 6 warga yang telah menerima uang bongkar telah diintervensi dan ditakut-takuti tidak akan mendapatkan apa-apa jika terus melawan ataupun menunggu putusan pengadilan.