31.2 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Minta Kubu Edie Hentikan Bermanuver

Uang Rp 15 Juta buat Uang Muka Pengacara

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG – Djohan Gondo Kusumo, selaku pelapor dalam perkara pidana dugaan penggelapan uang Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (YTITD) Grajen Semarang dengan terlapor Edie Setiawan, 67, (salah satu Dewan Pembina YTITD) mengklarifikasi pemberitaan Jawa Pos Radar Semarang edisi Selasa (3/5) halaman 4 berjudul ”Kompolnas Minta Penyidik Jaga Profesionalitas.”

Kuasa hukum Djohan Gondo Kusumo, Evarisan SH MH, mengatakan bahwa penggunaan uang Rp 15 juta tersebut untuk membayar uang muka jasa pengacara bernama Jhon Richard Latuihamalo SH MH, dan bukan untuk kepentingan yayasan. Sebab, tujuan didirikannya yayasan adalah untuk keagamaan.

Menurut dia, laporan pihaknya yang ditangani Kanit IDIK III Polrestabes Semarang telah ditangani secara profesional dan direspons sangat baik. Hal itu dibuktikan dengan telah dipanggilnya terlapor (Edie Setiawan, Red) sebanyak 3 kali secara patut dan resmi. Namun terlapor tetap mengabaikan panggilan tersebut tanpa alasan yang jelas. ”Terlapor baru hadir setelah hendak dipanggil paksa sesuai ketentuan hukum. Hal tersebut menunjukkan tidak ada iktikad baik dari terlapor untuk mematuhi hukum,” kata Evarisan dalam hak jawab yang diterima Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (14/5).

Dikatakan, berbagai upaya terus dilakukan oleh terlapor melalui kuasa hukumnya dengan tujuan untuk menghentikan proses penyidikan dugaan tindak pidana penggelapan uang YTITD Grajen Semarang tersebut. Di antaranya, dengan berkirim surat ke presiden, lembaga tinggi negara, Mabes Polri, kejaksaan, bahkan Pengadilan Negeri Semarang. Padahal perkara masih diproses di tingkat kepolisian.

”Tidak berhenti di situ, terlapor melalui kuasa hukumnya telah pula mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap klien kami karena telah melaporkan perbuatan terlapor ke Polrestabes Semarang,” papar advokat dari Klinik Hukum Ultra Petita Semarang ini.

Berdasarkan fakta tersebut, lanjut Evarisan, artinya terlapor yang saat ini statusnya telah menjadi tersangka melalui kuasa hukumnya telah melakukan intervensi terhadap proses penyidikan dan mencampuradukkan perkara pidana dengan perkara perdata yang nyata-nyata berbeda. ”Bahwa sesuai ketentuan pasal 261 ayat 1 KUHP selayaknya siapa pun dengan sengaja menghalang-halangi proses penyidikan tersebut untuk diproses secara hukum,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Aktifkan Siswa Saat Pelajaran Olahraga

RADARSEMARANG.COM, DUDUK-DUDUK di pinggir lapangan, minta izin dengan berbagai alasan, merupakan fenomena yang terlihat sebagian besar siswa perempuan di saat pelajaran olahraga berlangsung. Mereka...

113 Motor Berknalpot Brong Diamankan

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sebanyak 113 motor dengan knalpot modifikasi ‘brong’, diamankan Satlantas Polres Batang, melalui operasi rutin yang digelar selama sebulan terakhir ini. Selain melanggar...

Melongok Purwarupa Mobil Listrik Made In Untidar

Universitas Tidar (Untidar) resmi meluncurkan purwarupa mobil listrik Elang Untidar pada gelaran Magelang Fair 2017 di Alun-Alun Kota Magelang yang berlangsung sejak Sabtu (6/5)...

Kejurkab Bulutangkis Hari Jadi Demak

DEMAK - Sebanyak 350 atlet dari klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) dan pemain perwakilan sekolah meramaikan kejuaraan Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Kejurkab Hari Jadi Demak...

More Articles Like This

- Advertisement -