Kurang Kreatif Menata Kota

358
SAATNYA DITATA: Lima tiang kabel telepon dan jaringan penyedia data internet terpasang di Jalan MT Haryono, Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAATNYA DITATA: Lima tiang kabel telepon dan jaringan penyedia data internet terpasang di Jalan MT Haryono, Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

grafis-ducting

PAKAR Lingkungan dan Pengembangan Wilayah (Land and Water Development) Universitas Dipinegoro (Undip) Dr Ir Nelwan Dipl HE mengaku prihatin dengan semrawutnya jaringan kabel di Kota Semarang. Ia menilai kondisi ini terjadi akibat Pemkot Semarang kurang kreatif dalam menata perkotaan. ”Saya kira ini masalah besar, masak ibu kota kondisi jaringan kabelnya semrawut berserakan di mana-mana,” kritiknya.

Ia menilai, kondisi kabel yang semrawut itu hampir terjadi di seluruh ruas jalan di Kota Semarang. Tidak hanya jaringan kabel telepon, listrik, tapi juga jaringan gas dan PDAM. Tidak jarang perusahaan hanya memasang, namun tidak menaati aturan. Sehingga kian merusak estetika kota.

”Bayangkan saja jika ada warga yang mencangkul kemudian mengenai jarangan kabel. Ini membuktikan pemasangan sembarangan dan tidak mempedulikan aturan,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan itu, lanjut Nelwan, dibutuhkan komitmen Pemkot Semarang agar bisa melakukan penataan jaringan kabel di Kota Semarang. Misalnya, dengan membuat gorong-gorong khusus kabel atau ducting. Ini agar jaringan kabel bisa tertata lebih rapi dan teratur.

Ia mengaku pernah mengusulkan hal tersebut ke Pemkot Semarang. Namun hingga sekarang belum terealisasi, dengan dalih biaya yang mahal. ”Untuk membuatnya memang membutuhkan biaya yang tidak murah. Mungkin itu alasan yang membuat pemkot belum merealisasikan hingga sekarang,” katanya.