SAATNYA DITATA: Lima tiang kabel telepon dan jaringan penyedia data internet terpasang di Jalan MT Haryono, Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAATNYA DITATA: Lima tiang kabel telepon dan jaringan penyedia data internet terpasang di Jalan MT Haryono, Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAATNYA DITATA: Lima tiang kabel telepon dan jaringan penyedia data internet terpasang di Jalan MT Haryono, Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAATNYA DITATA: Lima tiang kabel telepon dan jaringan penyedia data internet terpasang di Jalan MT Haryono, Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Hampir semua turus jalan di Kota Semarang dipenuhi beragam tiang dan kabel yang cenderung tidak beraturan alias semrawut. Kondisi tersebut cukup mengganggu estetika Kota Semarang. Namun kepedulian Pemkot Semarang dan masyarakat maupun pelaku usaha masih minim. Seharusnya ada upaya dari Pemkot Semarang untuk membangun ducting atau gorong-gorong khusus kabel yang bisa disewakan ke semua perusahaan. Sehingga bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD). Namun Kota Semarang hingga saat ini belum ada pemikiran. Padahal program ducting kabel sudah dilakukan kota-kota besar di dunia maupun di Jakarta.

SEMAKIN berkembangnya kota dengan banyaknya bangunan baru menyebabkan banyak jaringan kabel yang berseliweran di atas jalan raya, ruko bertingkat, maupun permukiman padat penduduk. Celakanya, jaringan kabel yang telah mengakar sejak lama tersebut terus bertambah dan tidak tertata. Tentu saja, hal ini menjadi pemandangan buruk yang tecermin di wajah Kota Lunpia yang tumbuh subur menjadi hutan kabel.

Bahayanya, manakala cuaca ekstrem, baik ketika hujan deras disertai angin kencang maupun kemarau panjang yang panas. Tak jarang, insiden pohon tumbang menerpa kabel-kabel bertegangan tinggi tersebut. Selain itu, banyak insiden kebakaran hebat yang melahap rumah warga akibat penataan jaringan kabel yang semrawut.

Abdul Malik Kamaludin, warga Semarang Selatan menilai banyaknya kabel yang tidak diatur dengan rapi jelas merusak pandangan mata dan keindahan Kota Semarang. Selain itu, susunan kabel yang berantakan juga sangat berbahaya pagi pengguna jalan maupun warga sekitar.