TRAGEDI : Salah satu kerabat korban saat melapor ke Polsek Bandungan, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRAGEDI : Salah satu kerabat korban saat melapor ke Polsek Bandungan, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRAGEDI : Salah satu kerabat korban saat melapor ke Polsek Bandungan, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRAGEDI : Salah satu kerabat korban saat melapor ke Polsek Bandungan, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Herman Sugiyato, 35, warga Kaliliseng RT 1 RW 5, Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Minggu (15/4) dini hari, tewas usai berduel di pinggir jalan di Lingkungan Gamasan, Kecamatan Bandungan. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengepul sayuran ini tewas kehabisan darah, setelah kena tusuk senjata tajam yang dibawa lawannya, Fahrizal, warga Kota Semarang yang tinggal di Bandungan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, perkelahian tersebut bermula dari kedatangan pelaku ke tempat korban yang nongkrong di Jalan Tirtomoyo, tepatnya di depan sebuah warung soto di Gamasan, Sabtu (14/5) sekitar pukul 24.00. Tak berapa lama, terjadi percekcokan antar keduanya yang berujung pada perkelahian.

Fahrizal mengeluarkan senjata tajam jenis pisau lipat dan korban berusaha melakukan perlawanan dengan tangan kosong. Perkelahian tak imbang tersebut berakhir dengan terkaparnya Herman. Dia tertusuk di bagian paha kaki kanan. Salah satu rekan korban yang berusaha membantu juga kena sabetan pisau pelaku. Fahrizal langsung kabur usai melihat korban tak berdaya. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menolong Herman dengan membawa ke RSUD Ambarawa.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian mengatakan namun beberapa saat dirawat di rumah sakit Minggu (15/5) sekitar pukul 02.00 WIB korban menghembuskan nafas terakhirnya. “Hasil keterangan sementara yang kami dapatkan, sebelumnya antara korban dan pelaku ada masalah di tempat lain. Berlanjut saat pelaku mendatangi korban di tempatnya nongkrong dan terjadilah kejadian itu,” tutur Kasat Herman.