KREATIF: Putut Budi menunjukkan miniatur masjid dari bambu. (kanan) Miniatur Menara Pisa Italia dan rumah joglo yang belum di-finishing. (ISTIMEWA)
KREATIF: Putut Budi menunjukkan miniatur masjid dari bambu. (kanan) Miniatur Menara Pisa Italia dan rumah joglo yang belum di-finishing. (ISTIMEWA)
KREATIF: Putut Budi menunjukkan miniatur masjid dari bambu. (kanan) Miniatur Menara Pisa Italia dan rumah joglo yang belum di-finishing. (ISTIMEWA)
KREATIF: Putut Budi menunjukkan miniatur masjid dari bambu. (kanan) Miniatur Menara Pisa Italia dan rumah joglo yang belum di-finishing. (ISTIMEWA)

Pohon bambu tak hanya multiguna. Di tangan Putut Budi Hermawan, bambu juga bisa disulap menjadi aneka miniatur bangunan megah bernilai seni tinggi. Seperti apa?

MIFTAHUL A’LA

DI rumah Putut Budi Hermawan di bilangan Jalan Musi II No 12B Semarang, terpajang aneka miniatur bangunan megah dunia, mulai Menara Eiffel Perancis dan Menara Pisa Italia. Selain itu, juga terdapat miniatur becak, rumah joglo, masjid, hingga bangunan gereja. Menariknya, ternyata semua miniatur bangunan tersebut dibuat dari bahan bambu.

”Ini merupakan bentuk kreativitas dan sarana bagi saya untuk menyalurkan jiwa seni,” kata pria yang akrab disapa Putut ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mahasiswa Universitas Semarang (USM) ini mengaku, menekuni profesi membuat kerajinan tersebut sejak dua tahun ini. Ia mengaku membuatnya secara otodidak. Ia hanya berbekal ilmu desain yang didapatkan saat SMA. Saat itu, Putut iseng-iseng menggambar berbagai miniatur bangunan kuno di Kota Semarang. Niatnya membuat minatur dari bambu ketika bertemu seorang temannya bernama Didik yang kebetulan sering membuat miniatur becak.

”Nah saya kemudian terpikir bagaimana membuat miniatur dengan desain yang sudah saya ciptakan. Akhirnya, muncul ide untuk membuat miniatur dari bahan bambu,” kenangnya.

Putut memilih bahan bambu karena mudah didapat, dan ingin menciptakan kerajinan yang berbeda dengan yang lain. Alasan lainnya, menurut Putut, bambu dinilai lebih tahan lama dan lebih terlihat eksotis serta unik dibandingkan bahan lainnya. ”Kalau pakai bambu, kreativitas seninya lebih terasa,” ujarnya.