BICARA PASAR JOHAR: Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang, M Farchan menjelaskan rencana pemkot terkait pembangunan Pasar Johar yang baru. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BICARA PASAR JOHAR: Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang, M Farchan menjelaskan rencana pemkot terkait pembangunan Pasar Johar yang baru. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BICARA PASAR JOHAR: Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang, M Farchan menjelaskan rencana pemkot terkait  pembangunan Pasar Johar yang baru. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BICARA PASAR JOHAR: Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang, M Farchan menjelaskan rencana pemkot terkait pembangunan Pasar Johar yang baru. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Banyak cara untuk menyaluarkan aspirasi. Tidak hanya pada forum resmi, tetapi juga melalui forum-forum non resmi. Uniknya, yang kedua ini justru memberi kesan yang berarti. Seperti yang dilakukan Forum Slametke ParJo. Seperti apa?

AHMAD FAISHOL

KEBAKARAN Pasar Johar pada 9 Mei 2015 lalu masih menyisakan pilu di kalangan masyarakat, khususnya warga Kota Semarang. Bagaimana tidak? Akibat kebakaran itu, ribuan pedagang mengalami kerugian yang sangat besar. Selain itu, status bangunan cagar budaya yang menempel pada pasar tersebut membuat sebagian ahli sejarah berteriak lantaran takut jika dirobohkan.

Hal itulah yang mendasari terbentuknya Forum Slametke ParJo. Kata ParJo sendiri merupakan singkatan dari Pasar Johar. Forum ini terbentuk beberapa waktu setelah terjadinya kebakaran pasar yang pernah menjadi salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara itu. Selain diikuti oleh sejumlah sejarawan dan budayawan, ternyata banyak juga kalangan muda yang ikut peduli tentang nasib pasar tersebut.

“Kami kembali berkumpul untuk memperingati satu tahun pasca terbakarnya Pasar Johar. Kami menilai saat ini di lapangan belum terlihat apa yang telah dilakukan oleh Pemkot Semarang,” ungkap salah satu pegiat Forum Slametke ParJo, Rukardi, di sela-sela mengikuti diskusi di Gedung Kesenian Sobokartti Jalan Dr Cipto Semarang, baru-baru ini.