POTENSIAL: Kerajinan logam di Jawa Tengah sudah mampu bersaing hingga di kancah internasional. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Kerajinan logam di Jawa Tengah sudah mampu bersaing hingga di kancah internasional. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Kerajinan logam di Jawa Tengah sudah mampu bersaing hingga di kancah internasional. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Industri logam di Jawa Tengah digadang-gadang mampu bersaing di pasar internasional. Selain kualitasnya bagus, produknya pun punya nilai seni dengan sentuhan ukir-ukiran. Tapi sayang, potensi ini dirasa kurang optimal karena dari 1.137 unit usaha, baru 5 persen yang mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Melihat fenomena ini, Dinas Perdagangan dan Industri (Dinperindag) Jateng coba mendorong industri logam untuk segera mendapatkan SNI. Sebab sertifikat ini bukan sekadar pengakuan, tapi juga mampu menjadi tiket untuk bisa menjajaki pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Dinperindag Jateng siap memberikan bantuan dana untuk pendampingan serta pendaftaran sertifikasi. Rasanya, sayang sekali jika punya potensi, tapi tidak tergarap,” ucap Sekretaris Dinperindag Jateng, M Santoso di sela-sela pembukaan Gelar Produk Industri Logam Jateng di Java Mal Semarang, Jumat (13/5).