Ada yang Masih Lajang, Ada yang Kerap Nongol di TV

Dari Reuni “Jember I’m Back” Fakultas Hukum Unej Angkatan 1995

808
TEMU KANGEN: Para alumnus FH Unej angkatan 1995 berfoto dengan Plt Dekan Dr Nurul Ghufron SH MH di Royal Hotel Jember. (DOKUMEN PANITIA)
TEMU KANGEN: Para alumnus FH Unej angkatan 1995 berfoto dengan Plt Dekan Dr Nurul Ghufron SH MH di Royal Hotel Jember. (DOKUMEN PANITIA)
TEMU KANGEN: Para alumnus FH Unej angkatan 1995 berfoto dengan Plt Dekan Dr Nurul Ghufron SH MH di Royal Hotel Jember. (DOKUMEN PANITIA)
TEMU KANGEN: Para alumnus FH Unej angkatan 1995 berfoto dengan Plt Dekan Dr Nurul Ghufron SH MH di Royal Hotel Jember. (DOKUMEN PANITIA)
Setelah 16 tahun terpisah, sebanyak 65 alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember (FH Unej) angkatan 1995 menggelar reuni. Selama 2 hari, mereka bernostalgia mengenang masa lalu saat masih bersama-sama menimba ilmu di Kampus Bumi Tegalboto. Seperti apa?

ARIF RIYANTO, Jember

JUMAT (6/5) malam, para alumnus FH Unej angkatan 1995 berkumpul di salah satu ruangan di Royal Hotel Jalan Karimata No 50. Mereka mengenakan dresscode serba merah. Ruangan berkapasitas 150 orang itu pun didesain layaknya acara pesta. Sejumlah meja bundar dengan beberapa kursi di sekelilingnya tertata rapi. Di depan dipasang panggung dengan backdrop bertuliskan “Reuni FH Unej’95, Jember I’m Back”

Sebelum masuk ruangan, peserta reuni berfoto di booth yang telah disiapkan panita, serta menuliskan pesan dan tanda tangan di bentangan kain putih. Mereka juga mendapatkan cinderamata buku alumni, stiker, dan kaos alumni warna biru dongker bertuliskan “Jember I’m Back” yang didesain persis model tulisan di poloshirt yang biasa dikenakan anggota polisi “Turn Back Crime.”

Di ruang bercat putih itu, para alumnus saling berkangen-kangenan. Maklum, sudah 16 tahun mereka terpisah. Selama ini, mereka hanya berkomunikasi lewat group Facebook dan WhatsApp (WA). “Dari 225 alumnus FH Unej angkatan 1995 yang terdeteksi sekitar 165. Alhamdulillah malam ini yang bisa hadir 65 orang,” kata ketua panitia, Muhammad, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pria yang akrab disapa Arab ini mengaku mempersiapkan reuni tersebut sejak Januari lalu lewat group Facebook. “Awalnya dari diskusi ringan di Facebook hingga terlontar gagasan menggelar acara reuni ini,” ujar karyawan PT HM Sampoerna Probolinggo ini.

Diakui, dari group Facebook itu akhirnya terdeteksi keberadaan para alumnus FH Unej angkatan 1995, termasuk pekerjaannya. Mulai jaksa, hakim, advokat, PNS, aktivis LSM, aktivis parpol, wartawan, dosen, guru, karyawan swasta, wirausahawan, hingga anggota TNI dan Polri.

“Makanya, kami semangat menggelar acara reuni ini. Karena ternyata lulusan fakultas hukum itu tak hanya bekerja di instansi yang dekat dengan dunia hukum, tapi banyak yang justru berprofesi di luar disiplin ilmu yang dipelajari,” kata warga Perumahan Tegal Besar Permai I Blok AQ-3 Jember ini.

Menurut Muhammad, tidak mudah mengumpulkan para alumnus FH Unej 1995 ini. Karena mereka terpencar di seluruh Indonesia. Ia dan panitia lain seperti Sapto Budiyono, Dony Purwanto, Siti Zaenab, Rieke Widyasari, Himma Maliny dan lainnya harus ngopyak-opyak lewat sosial media agar mereka ikut acara temu kangen ini.

“Saya merasa lega, karena acara reuni bisa berlangsung sukses dan meriah. Banyak teman-teman yang hadir,” ucapnya penuh syukur.

Sapto Budiyono menambahkan, dari reuni itu akhirnya diketahui ternyata ada tiga alumnus yang hingga kini masih melajang. Padahal rata-rata sudah sangat dewasa berusia 39-41 tahun.“Ada dua alumnus cowok dan satu alumnus cewek yang masih melajang. Ayo siapa yang tertarik?” candanya.

Dwiputro Ariswibowo dan Endro Nur Cahyono, dua alumnus yang masih melajang pun jadi sasaran candaan peserta reuni. Keduanya kebetulan hadir langsung dalam acara tersebut. Meski terus diledek, Dwiputro Aris Wibowo alias Boim tetap cuek saja. Dia bahkan tampak enjoy dengan status single-nya. “Gue sih asyik aja,” ucap pria yang kini tinggal di Jalan Yapen VII No 29 Perum III Bekasi ini.

Pun dengan Endro Nur Cahyo. Ia yang datang terlambat di acara itu, tampak tanpa beban. Dengan mengenakan kaos oblong, celana selutut dan tas punggung, Endro yang tampak lusuh masuk ke ruangan dengan santainya.

“Halo coy, apa kabar?” Sapanya yang langsung menyita perhatian peserta reuni yang tengah asyik menikmati sajian hiburan musik. Sontak, acara itu terhenti sejenak untuk menyambut “secara khusus” kehadiran “jomblowan” yang tinggal di Jekulo, Kudus tersebut.

Menurut Sapto, selain ada tiga yang masih melajang, ternyata ada juga alumnus perempuan yang sudah menjanda. Jumlahnya lebih dari lima orang. “Ada janda yang masih kempling lho. Usianya 39-40 tahun,” kelakarnya.

Di antara alumnus juga ada yang kerap nongol di televisi nasional. Dia adalah Anis Hidayah, Direktur Eksekutif Migrant Care. Pembela kaum buruh migran (TKI/TKW) ini pun secara khusus hadir jauh-jauh dari Depok, Jawa Barat, tempat tinggalnya sekarang.

“Begitu mendapat kabar akan ada reuni ini, saya antusias banget. Karena memang sudah saatnya diadakan kumpul bareng. Dan, kebetulan saya juga punya acara di Banyuwangi, jadi sekalian saja,” kata perempuan kelahiran Bojonegoro ini.

Ada juga yang menjadi anggota TNI berpangkat Mayor. Dia adalah Mayor TNI Samsoel Hoeda yang kini berdinas di Malang. Bahkan, saat ini Samsoel Hoeda tengah menyelesaikan program S3 (doktoral) di FH Unej.

Tak hanya dari Pulau Jawa, reuni juga diikuti alumnus yang kini tinggal di Madura, Papua dan Samarinda, Kalimantan Timur. “Saya harus pesan tiket pesawat jauh-jauh hari. Pas reuni ini kan libur panjang,” kata Bambang Eko Wahyono, alumnus yang kini bekerja di Bank Mandiri Papua.

Hal yang sama dikatakan Winarsih, alumnus yang menetap di Kota Samarinda. Ia mengaku berangkat sendiri tanpa anak dan suaminya. “Setelah dapat izin suami, saya langsung bertolak ke Surabaya dengan pesawat dan melanjutkan lewat jalur darat ke Jember. Capek juga, tapi asyik bisa bertemu teman-teman lama,” ucap karyawati asuransi PT AIA Financial yang kini terlihat cantik dengan berhijab.

Dalam reuni itu, para peserta juga bisa mengajak serta keluarganya. Seperti Muhammad Zainul Abidin dari Sidoarjo, M Qomar Roshid dari Sragen dan Sapto dari Klaten. Tak ayal, suasananya semakin meriah dan penuh canda.

Yang istimewa lagi, dalam temu kanget itu hadir juga Plt Dekan FH Unej Dr Nurul Ghufron SH MH dan sejumlah dosen yang masih aktif, yakni Echwan Iriyanto, SH MH, I Wayan Yasa SH MH dan Emi Zulaika SH MH, yang kebetulan juga alumnus FH Unej 1995.

Ghufron mengaku sangat senang bisa bertemu dengan para alumnus FH Unej yang kini telah menyebar di seluruh Indonesia. “Saya dulu masih pernah merasakan kuliah bareng dengan teman-teman angkatan 1995 ini. Sehingga satu dua orang saya masih hafal orangnya,” kata alumnus FH Unej angkatan 1992 ini.

Dia juga membeberkan perkembangkan FH Unej sekarang. Di antaranya, FH Unej kini telah membuka program S2 dan S3, serta sebentar lagi akan membangun gedung pascasarjana. “Jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahun juga terus meningkat. Kalau zaman adik-adik ini satu angkatan sebanyak 225 orang, kini sudah lebih dari 600 orang,” ujarnya.

Setelah reuni malam itu, keesokan harinya, Sabtu (7/5), dilanjutkan temu kangen di kompleks kampus FH Unej. Kebetulan hari itu juga digelar reuni akbar FH Unej yang diikuti 9 angkatan. Namun dari sejumlah angkatan itu, alumnus FH Unej angkatan 1995 tampak yang paling heboh. “Kami ini kuliah saat zaman transisi Orde Baru ke Orde Reformasi. Jadi, jiwa bandelnya masih kelihatan sampai sekarang,” ucap Donny Tri Istiqomah disambut tepuk tangan tamu yang hadir.

Acara reuni alumnus FH Unej 1995 ditutup dengan acara makan siang bersama di RM Kembang, Ajung, Jember. “Terima kasih atas kehadiran teman-teman. Sampai jumpa pada reuni berikutnya lima tahun yang akan datang di Jakarta,” kata Sapto menutup acara. (*)