Sujadi (Dok/Jawa Pos Radar Semarang)
Sujadi (Dok/Jawa Pos Radar Semarang)
Sujadi (Dok/Jawa Pos Radar Semarang)
Sujadi (Dok/Jawa Pos Radar Semarang)

MANYARAN – Mantan Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang, Sujadi, (S) hanya terdiam saat mendengar tuntutan pidana yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang. Terdakwa kasus dugaan korupsi dana perawatan taman 2012 ini dituntut hukuman 1 tahun 6 bulan (18 bulan) penjara atas perbuatannya dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (12/5) kemarin.

Sujadi sempat terbengong-bengong saat majelis hakim bertanya apakah akan mengajukan pembelaan atau tidak. Setelah menghela napas, ia pun menyatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) dan meminta waktu satu minggu hingga Kamis (19/5) mendatang. Saat mendengarkan tuntutan jaksa kemarin, terdakwa Sujadi tanpa didampingi penasehat hukumnya, Agung Utoyo. Agung baru datang setelah persidangan selesai dan ditutup oleh majelis hakim.

Dalam tuntutannya, JPU juga meminta terdakwa Sujadi bin Supardi membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 444.979.500. Namun karena selama dalam proses penuntutan telah dititipkan uang sebesar itu untuk pengembalian kerugian negara Cq. Pemkot Semarang, maka uang titipan tersebut agar ditetapkan sebagai kompensasi terhadap pembayaran UP untuk disetorkan ke kas daerah Pemkot Semarang.

Menurut JPU Dadang Suryawan didampingi Harwanti, terdakwa Sujadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama melanggar pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, serta pasal 65 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan subsider.