POLEMIK seputar Surat Keputusan (SK) Kepala SMA Negeri 3 Semarang, Bambang Nianto Mulyo yang telah berakhir sejak 2 tahun silam, kembali menguat setelah bergulirnya kasus 380 siswa setempat tidak lolos dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Sejumlah pihak mendesak kepala sekolah setempat mengundurkan diri.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bunyamin, saat dikonfirmasi menyatakan tidak ingin menambah polemik. Ia memilih berkonsentrasi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para siswa SMAN 3 Semarang agar segera mendapat solusi.

”Yang jelas, hal itu (SK Kepsek) telah diatur dalam Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan). Dalam hal ini, kami sudah siapkan semuanya (calon kasek baru, Red),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di sela-sela menemui orang tua siswa di SMAN 3 Semarang, kemarin.

Persiapan yang dimaksud, lanjut dia, adalah pergantian bagi seluruh kepala sekolah baik tingkat SD, SMP, dan SMA. ”Nanti akan kami terapkan setelah permasalahan (SNMPTN) ini selesai,” katanya.

Disinggung adanya sanksi bagi Kepala SMA Negeri 3 jika terbukti melakukan kesalahan, Bunyamin menjawab diplomatis. Menurut dia, siapa pun yang melakukan kesalahan pasti akan mendapat sanksi sesuai perbuatannya. ”Termasuk juga saya (mendapatkan sanksi ketika melakukan kesalahan),” tandasnya.

Lebih lanjut Bunyamin mengatakan, pihaknya bertanggungjawab akan memberikan pelatihan bagi siswa-siswi SMAN 3 Semarang yang tidak lolos dalam SNMPTN untuk mengikuti bimbingan untuk mempersiapkan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). ”Semuanya gratis. Jika kekurangan guru akan kami undang guru yang bagus dari sekolah lain,” katanya.