SEMARANG – Munculnya isu belakangan yang menyebut Kota Semarang menjadi salah satu titik penting agenda perhelatan Ulang Tahun Partai Komunis Indonesia (PKI) mendapat perhatian serius oleh Polrestabes Semarang. Sejumlah razia untuk menyisir pergerakan terlarang tersebut dilakukan.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengakui adanya isu terkait agenda ulang tahun PKI tersebut. Hal ini menjadi perhatian pihaknya dan telah menginstruksikan pasukan intelijen hingga di tingkat polsek jajaran Polrestabes Semarang. ”Betul, memang ada isu (Ulang Tahun PKI, Red) itu—yang informasinya dipelopori oleh anaknya Pak Untung,” kata Burhanudin kepada Jawa Pos Radar Semarang, di Mapolrestabes Semarang, kemarin.

Sekadar flashback, sosok Letkol Untung dikenal cukup kontroversial dalam sejarah Indonesia. Nama Untung erat dengan PKI dan gerakan berdarah di penghujung September 1965 silam, lekat dengan konotasi kekejaman penculikan, dengan menggunakan seragam Cakrabirawa. Di sejumlah media sosial, belakangan beredar kabar adanya rencana diselenggarakan ulang tahun PKI oleh putra dari Letkol Untung yang sedianya digelar pada 9 Mei. ”Sudah kami lakukan penyelidikan, intel di semua polsek sudah kami instruksikan untuk melakukan penyisiran adanya kabar rencana ultah PKI itu. Tapi sampai sekarang belum kami temukan adanya indikasi itu,” terang Burhanudin.

Hal itu menindaklanjuti beredarnya kabar yang meresahkan masyarakat tersebut. Menurut kabar yang beredar, Kota Semarang menjadi target perhelatan ultah tersebut dan berbagai atribut bergambar palu arit didistribusikan di Kota Semarang. ”Tidak kami temukan distribusi, baik atribut kaus, PIN, atau bendera berlogo palu arit seperti yang dimaksud. Memang, kabarnya, atribut itu dicetak di Jakarta dan didistribusikan di Semarang, tapi setelah kami telusuri ternyata tidak ada, betul, saya tidak bohong,” katanya.