Pemkot Fasilitasi Lapangan Kerja Kaum Difabel

533

SEMARANG – Untuk memfasilitasi kaum difabel dalam rangka mendapatkan pekerjaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal menggelar bursa kerja (Job Fair) khusus difabel. Sesuai rencana, kegiatan tersebut akan dilaksanakan setelah Lebaran atau pada Agustus 2016 mendatang.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, job fair khusus difabel perlu dilaksanakan untuk mewadahi kaum difabel sehingga dapat berkarya di dunia kerja. Terlebih lagi pada 2020 mendatang akan ada bonus demografi di mana usia produktif akan lebih banyak bersaing di dunia kerja.

”Kami ingin para kaum difabel juga turut bersaing mengangkat perekonomian. Karena sejatinya mereka juga punya potensi,” ungkap Mbak Ita –sapaan akrab wakil wali kota- usai rapat koordinasi bersama organisasi wanita se-Kota Semarang di Balai Kota Semarang, kemarin.

Ia menambahkan, langkah awal yang dilakukan adalah dengan membuat master plan tenaga kerja dengan melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), dan Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga (Dinsospora). Menurut dia, untuk meningkatkan keahlian mereka diperlukan juga pelatihan yang disediakan oleh pemerintah. ”Sebenarnya penyandang difabel banyak yang layak sebagai tenaga kerja,” imbuhnya.

Tidak hanya itu saja, lanjut Ita, pemkot juga akan berkoordinasi dengan Asosiasi Human Resource Development (HRD) di seluruh perusahaan di Kota Semarang. Selanjutnya, akan membuat daftar perusahaan mana saja yang dapat diisi oleh kaum difabel. ”Nantinya akan dibedakan sesuai kebutuhan tenaga kerja bagi penyandang tunarungu, tunanetra, tunadaksa dan difabel lainnya,” katanya.

Terpisah, Inisiator dan Founder Komunitas Sahabat Difabel (KSD) Kota Semarang, Noviana Dibyantari mengaku sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkot Semarang. Ia berharap agenda tersebut nantinya benar-benar dapat dilaksanakan. ”Kaum difabel juga harus diperhatikan dan mendapatkan pekerjaan sesuai keahlian yang dimiliki. Hal itu sekaligus untuk menekan jumlah angka pengangguran yang ada di Kota Semarang,” tandasnya. (fai/zal/ce1)