Keterbatasan Komputer Hambat UNBK

255
MANFAATKAN TEKNOLOGI: Ujian Nasional (unas) berbasis komputer yang dilakukan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ungaran.
MANFAATKAN TEKNOLOGI: Ujian Nasional (unas) berbasis komputer yang dilakukan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ungaran.

UNGARAN-Terbatasnya sarana komputer, turut menghambat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat SMP dan yang sederajat di Kabupaten Semarang.

Sesuai peraturan, SMP sederajat yang akan melaksanakan UNBK harus memiliki komputer minimal sepertiga dari jumlah siswa peserta Ujian Nasioal (Unas). Di SMPN 2 Ambarawa misalnya, ada 240 siswa peserta Unas, sehingga harus menyediakan minimal seratus unit komputer termasuk cadangan bagi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengatakan hal itu menjadi kendala karena sekolah negeri tidak boleh memungut biaya dari partisipasi masyarakat atau orang tua. “Namun ke depan kami optimistis dapat menambah peserta UNBK, baik itu SMP maupun SMA,” kata Dewi, kemarin.

Dikatakan Dewi, pelaksanaan UNBK memang terhitung mahal. Sekolah penyelenggara harus menyediakan berbagai sarana pendukung termasuk sambungan internet dan genset. Keduanya sangat vital untuk mengantisipasi gangguan aliran listrik dan koneksi internet.

Adapun jumlah peserta Unas SMP/sederajat tahun 2016 ini, sebanyak 13.565 siswa. Terdiri atas 10.951 siswa SMP, 2.618 siswa MTs dan enam siswa SMP Luar Biasa.

Sedangkan 766 siswa mengikuti ujian Paket B. Hingga hari ketiga pelaksanaan Unas, tidak ditemui kendala. Satu-satunya sekolah yang menyelenggarakan UNBK yaitu SMP Lentera Ambarawa. Karena jumlah siswanya tidak terlalu banyak, sehingga hanya perlu 30 unit komputer saja.