TRAGEDI SNMPTN di SMA Negeri 3 Semarang rupanya menjadi perhatian khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. Anies mengatakan, jika dari 50 SMA yang memakai sistem SKS, hanya SMAN 3 Semarang yang bermasalah.

”Ada 50 sekolah di seluruh Indonesia yang menggunakan sistem SKS. Ada 9 sekolah di Jateng pakai SKS. Semua sekolah itu tidak ada masalah, kecuali SMAN 3 Semarang. Jadi harus diaudit bagaimana cara memasukkan datanya, kok bisa hanya satu sekolah ini yang bermasalah,” kata Mendikbud Anies Baswedan.

Mendikbud Anies mengatakan, jika masalahnya ada di 50 sekolah dan termasuk 9 sekolah di Jateng, berarti problemnya ada di SKS. ”Tapi kalau di semua tak ada masalah, tapi cuma di satu sekolah itu bermasalah, maka perlu diaudit,” tegasnya.

Dia menjelaskan, saat input data di sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) online, setiap sekolah tentunya memasukkan ke dalam sistem yang sama. Tapi ada satu sekolah yang memasukkan ke sistem yang sama itu tapi hasilnya berbeda, maka perlu dicari tahu, diaudit proses pemasukan datanya seperti apa.

”Itu ceknya ke pelaksana SNMPTN, bukan sama saya. Kalau saya cuma cek saja jumlahnya berapa, saya sudah dari kemarin menugaskan memeriksa. Sehingga kita minta untuk diaudit, apakah ada data yang tidak lengkap, apakah memasukkannya keliru, itu semua pertanyaan yang harus dijawab. Jadi kalau terjadi hanya di satu sekolah yang lain tidak, berarti bukan di SKS masalahnya,” ujar mantan Rektor Universitas Paramadina ini.