Dewan Desak Pemprov Dampingi Petani Tebu

361

SEMARANG – Pemprov Jateng didesak untuk lebih konsisten dalam pendampingan petani tebu di Jateng. Sebab, saat ini tingkat kesejahteraan petani tebu semakin menurun, sehingga banyak petani tebu berpindah menanam komoditi lain, seperti jagung dan padi. Kondisi ini pun akhirnya berdampak dengan menurunnya produksi tebu di Jateng.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Ikhsan Mustofa meminta agar pemprov hadir untuk menstabilkan produksi pertanian khususnya untuk komoditi tebu. Karena tebu merupakan bahan utama kebutuhan primer yaitu gula. ”Berkurangnya produksi tebu menyebabkan ketidakstabilan harga dan juga memengaruhi kebijakan impor,” katanya, kemarin.

Berdasarkan data dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur 2015, produksi tebu di Jateng menurun. Dari produksi tebu 2015 menurun dan hanya 3.701.090,34 ton, setelah pada tahun sebelumnya mencapai 5.560.701,69 ton. Hasil ini juga masih jauh dari yang ditargetkan pemerintah yaitu 5.228.010 ton. ”Ini menunjukkan secara langsung maupun tidak langsung bahwa petani tidak akan sejahtera apabila terus menanam tebu, karena hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan biaya dan tenaga yang telah dikeluarkan,” ujarnya.

Politis PKS ini menambahkan, saat ini peran pemerintah provinsi juga besar dalam menunjang kesejahteraan petani tebu, pada tahun 2015 di sampaikan oleh salah seorang petani kepadanya bahwa pupuk bersubsidi sangat sulit diakses di beberapa wilayah sehingga petani kesulitan mendapatkan pupuk. ”Pemerintah harus bisa mengupayakan agar memasukkan tebu sebagai komoditi pangan bukan industri sehingga pembatasan lahan yang diberi pupuk bersubsidi bukan hanya 2 hektare saja tapi bisa lebih ini akan meringankan,” tambahnya.

Pemerintah harus hadir dalam jaminan pemberian bibit unggul, Sistem Budidaya Tebu yang baik dan Jaminan rendemen yang tinggi. Selain itu pada off farm juga perlu dilakukan peningkatan efisiensi pabrik. Revitalisasi pabrik dengan dana besar dari APBN juga harus tepat sasaran benar-benar tepat pada sumber persoalan. ”Persoalan petani tebu ini kan sudah terjadi hampir setiap tahun. Mestinya pemprov lebih tanggap dalam menyelesaikan persoalan itu,” tambah Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudi Sancoyo. (fth/zal/ce1)