Buat Talud dan Betonisasi Rp 4 Miliar

Upaya Selamatkan Aset Perusda di Pantai Morosari

278
TINJAUAN WISATA : Bupati Demak HM Natsir bersama Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Setyono meninjau potensi wisata Morosari, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAUAN WISATA : Bupati Demak HM Natsir bersama Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Setyono meninjau potensi wisata Morosari, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAUAN WISATA : Bupati Demak HM Natsir bersama Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Setyono meninjau potensi wisata Morosari, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAUAN WISATA : Bupati Demak HM Natsir bersama Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Setyono meninjau potensi wisata Morosari, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Pemkab Demak terus berupaya melakukan penyelamatan aset Perusda di lokasi wisata bahari Pantai Morosari. Hal ini karena aset daerah tersebut dari hari ke hari terus dihantam gelombang pasang abrasi dan air rob. Di antara upaya yang dilakukan adalah membangun talud dan betonisasi jalan akses ke tempat wisata tersebut.

Bupati Demak HM Natsir mengungkapkan, meski rob bertubi-tubi menggerus bangunan tempat wisata, Pemkab akan terus menanggulanginya. “Kami sudah bertekad mengembangkan lokasi wisata ini. Jadi, apapun akan kita lakukan, supaya aset ini terselamatkan,” katanya di sela meninjau langsung ke Pantai Morosari bersama Wabup Joko Sutanto, Sekda dr Singgih Setyono MMR, Asisten 1 AN Wahyudi, Asisten II Windu Sunardi, Asisten III Agus Supriyanto, Kepala Disparbud M Ridwan dan sejumlah kabag lainnya, Rabu (11/5) kemarin.

Menurut Bupati HM Natsir, untuk mengatasi rob, selain membangun jalan beton dan talud juga dilakukan peninggian jalan. “Pemkab kini berkonsentrasi membangun infrastruktur jalan. Sedangkan, Pemprov Jateng membangun sabuk pantai,” katanya.

Dia menambahkan, dengan kondisi jalan yang bagus, akan menumbuhkan ekonomi warga setempat, termasuk banyak berdiri warung-warung. Apalagi, kata dia, jumlah kunjungan peziarah ke Makam Syech Mudzakir yang berada di laut juga terus meningkat. “Sekarang sudah banyak warung yang menjual produk lokal seperti kripik mangrove dan sirup mangrove,” katanya.