KENDAL—Warga Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung tetap ingin mengolah lahan seluas 127 hektare (ha) yang disengketakan dengan PT Perhutani. Alasannya, mereka sudah menggarap lahan tersebut selama berpuluh-puluh tahun. Yakni sejak 1972 silam.

Keinginan warga ini semakin menguat setelah tiga warga yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Kendal. Penetapan tersangka tersebut dianggap oleh warga merupakan proses kriminalisasi. Sebab tiga warga yakni Nur Aziz, Rusmin, dan Mujiono dianggap tidak melakukan tindak pidana pembalakan, penyerobotan lahan maupun aksi provokasi.

Menurut warga, ketiganya justru merupakan tokoh masyarakat yang selama ini menjadi perwakilan warga. “Kami ingin tetap mengolah lahan. Sebab setahu kami, sejak saya kecil sampai sekarang punya cucu ini Perhutani tidak memiliki lahan di Surokonto Wetan,” kata Perwakilan Petani Desa Surokonto Wetan, Ahmad Gufron.

Sementara Nur Aziz beralasan, sesuai Undang-Undang Agraria warga yang sudah mengolah lahan dalam kurun waktu lama bisa mengambil alih kepemilikan lahan. Sebab selama ini lahan tersebut tidak ada yang memiliki.

Namun pada 2014, tiba-tiba datang PT Perhutani pada dan menguasai lahan tersebut. Alasannya, lantaran Perhutani menerima lahan tersebut dari PT Semen Indonesia sebagai pengganti lahan Perhutani yang dijadikan pabrik semen di Rembang.

Lahan yang digarap warga mulanya seluas 127 hektare dipersempit menjadi 70 hektare. Biasanya, lahan dimanfaatkan dengan menanam padi, jagung, ketela, dan kacang. “Ada sekitar 450 petani yang menggarap lahan tersebut,” lanjutnya.

Terkait ditetapkan sebagai tersangka, Aziz mengaku akan mengikuti prosedur yang berlaku. Namun, dia mengelak semua pasal yang disangkakan. “Ada tiga hal yang disangkakan, yakni pembalakan liar, penyerobotan lahan dan aksi provokasi. Yang jelas kami hanya memperjuangkan hak,” paparnya.

Ahmad Gufron mengaku bahwa semua warga siap ditahan guna kepentingan perjuangan ini. “Tidak ada provokator dalam hal ini. Kami semua yang menginginkan lahan itu menjadi hak kami. Kalau dari kami ada yang ditahan, kami siap ditahan semua,” tegas dia. (bud/ton)