RSUD Kraton Tempuh Langkah Kekeluargaan

269
Manajemen RSUD Kraton saat melakukan konfirmasi kepada awak media, terkait kasus dugaan pengeroyokaan, Selasa (10/5). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
Manajemen RSUD Kraton saat melakukan konfirmasi kepada awak media, terkait kasus dugaan pengeroyokaan, Selasa (10/5). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
Manajemen RSUD Kraton saat melakukan konfirmasi kepada awak media, terkait kasus dugaan pengeroyokaan, Selasa (10/5). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
Manajemen RSUD Kraton saat melakukan konfirmasi kepada awak media, terkait kasus dugaan pengeroyokaan, Selasa (10/5). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton akan melakukan pendekatan secara kekeluargaan kepada keluarga pasien yang diduga dikeroyok oleh satpam setempat. Yaitu keluarga pasien Tri Edy Baskoro, 31, warga Wonorejo RT 003 RW 01 Desa Batiombo Kecamatan Bandar Kabupaten Batang. Hal tersebut disampaikan saat menggelar jumpa pers terkait kasus tersebut dengan awak media, Selasa (10/5) di aula RSUD.

Pada kesempatan hak jawab tersebut, Satpam RSUD Kraton Agus Dwi mewakili koleganya membantah melakukan apa yang dituduhkan pada kejadian Selasa (26/4) sekitar pukul 13.30. Dia mengungkapkan, saat satpam datang saat itu, suasana sudah kacau. Karena keluarga pasien shock dan bertindak berlebihan. “Dirinya shock melihat istrinya meninggal mendadak. Tiba-tiba membenturkan kepalanya dan memukul badannya berulang-ulang,” jelasnya.

Karena menurut petugas, kejadian tersebut bisa mempengaruhi pasien lain, pihaknya berinisiatif mengamankannya. Namun, saat kejadian tersebut, korban memberontak dengan keras, temannya sesama satpam juga mengalami luka. Karena terbentur besi, akibat korban terus memberontak saat dipegangi.