INOVATIF: Irendra Radjawali memaparkan drone ciptaannya yang memenangkan kompetisi DSC 2016. (IST)
INOVATIF: Irendra Radjawali memaparkan drone ciptaannya yang memenangkan kompetisi DSC 2016. (IST)
INOVATIF: Irendra Radjawali memaparkan drone ciptaannya yang memenangkan kompetisi DSC 2016. (IST)
INOVATIF: Irendra Radjawali memaparkan drone ciptaannya yang memenangkan kompetisi DSC 2016. (IST)

SEMARANG – Setelah sukses meraih juara desain MATA (Mesin Terbang Tanpa Awak) atau lebih dikenal sebagai teknologi drone, Irendra Radjawali terus mengembangkan inovasi teknologi ini agar menghasilkan produk kompetitif dan harganya bisa ditekan lebih murah.

“Harga drone di pasaran saat ini cukup mahal, bisa mencapai Rp 350 juta. Maka saya terus berusaha mengembangkan teknologi ini, dan berhasil menciptakan drone harga murah yakni berkisar antara Rp 15-20 juta,” jelas pria yang akrab disapa Radja, dalam kegiatan sosialisasi Diplomat Success Challenge (DSC) 2016, Selasa (10/5) lalu.

Lebih lanjut, mantan juara DCS 2015 ini, mengungkapkan pengalamannya setelah menerima dana hibah Rp 500 juta, pihaknya secara progresif mengembangkan bisnis teknologi drone dan berhasil menciptakan produk drone dengan harga murah. Sehingga langkahnya ini mendapat respons internasional. Di Tanah Air pun kiprahnya mendapat apresiasi Presiden Joko Widodo.

Menurut alumnus Fakultas Teknik Sipil ITB, keberhasilan bisnis drone tidak membuat dirinya berhenti berinovasi. Melalui modal aplikasi program DCS, terus memperluas bisnis di sektor lain, yaitu di bidang usaha penyediaan data spasial. Yaitu penyiapan data yang memiliki referensi ruang kebumian (georeference) di mana berbagai data atribut terletak dalam berbagai unit spasial.