Kredit Ringan Sulit Terealisasi

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG – Bantuan modal yang diberikan oleh pemerintah melalui sejumlah program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, maupun Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dalam teknisnya ternyata tak sepenuhnya berjalan maksimal.

Bunga rendah yang mencapai 6 persen per tahun yang diharapkan bisa membantu pelaku bisnis, belum sepenuhnya berjalan mulus. Sebab, para pelaku bisnis merasa masih kesulitan persyaratan. “Bunga rendah ini belum bisa dipenuhi karena persyaratan tidak bisa dijangkau. Misalnya harus menyertakan jaminan, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan lain-lain,” kata Soendoro, Ketua Koperasi Pasar Lelang Agro Jawa Tengah, H Soendoro, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dikatakan Soendoro, praktik di lapangan, peruntukan sejumlah dana bantuan kredit tersebut cenderung banyak yang meleset. Sebab dana tersebut justru digunakan untuk memenuhi kebutuhan lain. “Pelaku usaha dapat bantuan modal mulai Rp 2 juta hingga Rp 20 juta, malah digunakan untuk memenuhi kebutuhan lain. Misalnya membayar utang, membayar biaya kuliah anaknya, membayar kredit mobil dan lain-lain. Kondisi di lapangan seperti itu,” katanya.

Terlebih karena bantuan kredit KUR, KKPE, PNPM maupun KUBE, yang membantu pelaku bisnis dengan bunga 6 persen per tahun itu memiliki persyaratan yang sulit dipenuhi, akhirnya, tak sedikit pelaku bisnis memilih meminjam modal kepada bank titil. “Padahal bunganya ada yang mencapai 60 persen per tahun, atau 10 kali lipat,” tandasnya.

Para pelaku bisnis kemudian banyak yang terjerat utang, dan banyak tanggungan kredit yang tidak terbayarkan. “Sehingga kondisi itu menyebabkan kredit macet karena mereka tidak bisa membayar kredit. Coba cek di Bank Jateng. Banyak kredit macet karena tidak mampu membayar kredit,” beber mantan Ketua Kadin Jawa Tengah yang juga pemilik Kampus Biru itu.

Sedangkan peran petugas pengawas dan pendampingan dari pihak pemerintah, terhadap kredit tersebut, kata dia, juga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dia malah mensinyalir banyak petugas di lapangan malah main mata yang ujung-ujungnya adalah duit.

Lebih lanjut tegas Soendoro, hal itu menjadi masalah serius yang harus segera ditangani saat ini. Bagaimana cara mengatasinya? Soendoro mengatakan, pemerintah bersama segenap stakeholder harus duduk satu meja. Baik dari unsur pemerintah, perbankan, DPRD, pelaku bisnis maupun dari unsur kelompok pelaku bisnis. (amu/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Eksportir Kopi Indonesia Incar Pasar Asia

SEMARANG – Asia kini mulai menjadi target ekspor para pengusaha kopi. Perekonomian yang terus bergerak dinamis serta tren minum kopi di masyarakat yang terus...

Menunggu Kejutan Non Pendamping

SEMARANG – Selain tim-tim dance pendamping tim basket cowok maupun cewek yang telah semuanya perform di Knight Stadium, ternyata tim dance non pendamping juga...

Warga Semarang Luncurkan Buku di KBRI Budapest

 SEMARANG - Gana Stegmann, Diaspora asal Semarang yang bermukim di Jerman dan telah berkunjung ke lebih dari 20 negara di dunia sejak usia 18...

Antisipasi Banjir, Awasi Bendungan Kalijajar

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Hujan deras yang terus mengguyur Kota Demak membuat was was semua pihak. Untuk mengantisipasi bahaya banjir, petugas kepolisian dari Polsek Demak...

More Articles Like This

- Advertisement -