UNGARAN – Gara-gara menggelapkan satu unit sepeda motor kreditan, seorang warga Dusun Rekasan Tengaran dimejahijaukan. Hakim ketua dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Ungaran, Asmi Meriyanti menjatuhkan hukuman 7 bulan penjara dan denda Rp 2,5 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Karena telah melanggar Undang-Undang nomor 42 tahun 1999 pasal 36 tentang jaminan fidusia,” kata Asmi dalam persidangan, kemarin. Mendengar keputusan tersebut, terdakwa berinisial NR itu hanya tertunduk diam dan mengiyakan apa yang menjadi keputusan persidangan. Kendaraan yang digelapkan itu berjenis matic New Mio Blue Core warna hitam tahun 2015 bernomor polisi H 2659 SI.

Vonis tersebut lebih ringan jika dibandingkan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aldy S Hermon yang menuntut 8 bulan kurungan. “Saya menerima keputusan hakim, itu sudah lebih dari 2/3 dan tidak mengajukan banding,” kata Aldy usai persidangan. Dikatakan Aldy, terdakwa telah menggelapkan motor yang diangsur melalui PT Sumit Oto Finance Salatiga.

Sementara itu, Collection Head PT Sumit Oto Finance Salatiga, Joannes Leonardus Pontjo mengatakan sebelum dimejahijaukan, pihaknya sudah melakukan beberapa kali teguran melalui surat tertulis. Baik itu penagihan ke rumah, hingga surat peringatan sebanyak tiga kali. “Namun sampai surat somasi terdakwa tidak mengindahkan,” kata Joannes.

Dikatakan Joannes hal itu sebagai bentuk efek jera bagi debitur lainnya. “Apapun keputusan hakim kita menghargai, kalau dari Oto, kita tidak ada banding,” katanya. Pihaknya menilai keputusan hakim tersebut sudah sesuai dengan apa yang dilakukan oleh terdakwa. (ewb/ton)