DITANAMI PISANG : Puluhan warga Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan dan Desa Sijeruk, Kabupaten Pekalongan, memblokir jalan karena rusak dan berlubang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
DITANAMI PISANG : Puluhan warga Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan dan Desa Sijeruk, Kabupaten Pekalongan, memblokir jalan karena rusak dan berlubang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
DITANAMI PISANG : Puluhan warga Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan dan Desa Sijeruk, Kabupaten Pekalongan, memblokir jalan karena rusak dan berlubang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
DITANAMI PISANG : Puluhan warga Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan dan Desa Sijeruk, Kabupaten Pekalongan, memblokir jalan karena rusak dan berlubang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Lantaran adanya jalan rusak dan berlubang, yang tertutup oleh banjir rob karena meluapnya air laut di Jalan Raya Desa Sijeruk, Kabupaten Pekalongan, hingga Jalan Patriot, Selasa (10/5), puluhan warga melakukan aksi blokir jalan. Yaitu dengan menanam pohon pisang di tengah jalan.

Akibat aksi blokir jalan tersebut, warga dari dan ke Kabupaten Pekalongan atau Kota Pekalongan, tidak bisa mengakses jalan tersebut. Mereka terpaksa harus memutar ke jalan raya Pantura yang berjarak 2 kilometer atau warga harus menuntun sepeda motornya.

Aksi tanam pisang dilakukan oleh warga karena kecewa dengan DPU Kabupaten dan Kota Pekalonganyang tidak memperhatikan akses jalan perbatasan antar Kabupaten/Kota Pekalongan tersebut. Hampir setiap hari selalu ada korban yang jatuh, karena terjerembab kubangan jalan yang rusak sedalam 40 centimeter. Untuk mencegah korban yang jatuh, warga akhirnya menanam pohon tepat di tengah jalan.

Pengurus RT 01 RW 07, Dusun Dukuh, Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Sucahyo mengungkapkan aksi blokir jalan yang dilakukan warga karena warga sudah tidak punya solusi lagi untuk memperbaiki jalan rusak.