Tetap Diwarnai Aksi Corat-Coret dan Konvoi

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

KELULUSAN: Meski sudah diumumkan lewat website, para siswa SMK 4 Semarang tetap datang ke sekolah untuk merayakan kelulusan dengan menyempotkan cat dan membubuhkan tanda tangan di seragam sekolahnya masing-masing, Sabtu (7/5) kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KELULUSAN: Meski sudah diumumkan lewat website, para siswa SMK 4 Semarang tetap datang ke sekolah untuk merayakan kelulusan dengan menyempotkan cat dan membubuhkan tanda tangan di seragam sekolahnya masing-masing, Sabtu (7/5) kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Uforia siswa-siswi merayakan pengumuman hasil Ujian Nasional (Unas) di Kota Semarang, pukul 15.00 Sabtu (7/5) kemarin, masih diwarnai aksi corat-coret baju dan arak-arakan. Sebagaimana terlihat di Jalan Pandanaran II yang dipenuhi aksi suka cita ratusan siswa-siswi SMA N 1 Semarang, SMK N 4, SMK N 8, dan SMK N 7. Petugas kepolisian pun terlihat hanya berjaga untuk mengantisipasi tawuran antar siswa, meski aksi tersebut menjadi penyebab kemacetan di kawasan tersebut.

Sedangkan dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, di SMK N 3 Semarang di Kawasan Pleburan, ratusan siswa terpaksa dibubarkan pihak kepolisian agar tidak melakukan konvoi. “Sudah ada larangan, tapi mau bagaimana lagi. Rasanya lega, setelah tahu lulus dan tiba-tiba dicoret-coret teman yang juga tahu kalau dia juga lulus,” ucap siswi SMK N 8, Anita K, yang baju putihnya telah penuh warna dan coretan tanda tangan.

Guru Bimbingan Konseling (BK) SMK N 8 Semarang, Bahinudin mengatakan jika pihak sekolah telah mengeluarkan imbauan kepada siswanya untuk melihat pengumuman kelulusan di rumah masing-masing dan tidak melakukan aksi corat-coret baju mapun konvoi. “Kami sudah melarang, tapi bagaimana lagi, tetap saja masih ada siswa yang membandel. Rencananya akan kami berikan sanksi,” tuturnya.

Siswa SMK N 8 sendiri, lanjut dia, berjumlah 390-an siswa yang mengikuti ujian nasional. Dari hasil ujian kemarin, 100 persen siswa di SMK N 8 lulus 100 persen. Demikian dengan dengan SMA N 1 Semarang, mencatat kelulusan 100 persen. “Alhamdulillah semua lancar dan lulus 100 persen, siswa pun tidak ada yang melakukan konvoi maupun corat-coret,” kata Kepala SMA N 1 Semarang, Kastri Wahyuni melalui pesan singkatnya kemarin.

Terpisah, Kepala SMA N 3 Semarang, Bambang Nianto Mulyo juga menegaskan bahwa pihak sekolah memberlakukan aturan bagi siswanya untuk tidak melakukan aksi corat-coret maupun konvoi. Siswa diminta menyumbangkan baju sekolahnya kepada siswa lain yang tidak mampu. “Kami bersyukur, imbauan pihak sekolah sangat efektif. Tidak ada aksi corat-coret, karena memang dilarang. Sebanyak 445 peserta Unas SMA N 3 lulus 100 persen,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengungkapkan bahwa peserta Unas Kota Semarang tahun ini sebanyak 22.763 siswa. Terdiri atas siswa SMA dan MA 11.524 orang, SMK 11.199 orang, dan 13 siswa dari SMALB, baik untuk UN CBT (computer based test) maupun PBT (paper based test). “Saat ini kami masih menunggu rekapitulasi dari pihak sekolah. Karena kelulusan tahun ini, dilakukan oleh pihak sekolah masing-masing,” katanya.

Dirinya mengaku sudah memberikan tembusan dan imbauan kepada pihak sekolah agar melarang siswanya konvoi maupun corat-coret baju. Namun imbauan tersebut masih belum diindahkan. Terbukti, masih ada siswa yang melakukan konvoi. “Sore tadi masih ada yang konvoi, tapi keadaan masih tetap kondusif,” tambahnya.

Sementara itu, naskah soal Unas tingkat SMP dan yang sederajat sebanyak 1050 boks, sudah tiba di Dinas Pendidikan Kota Semarang, pukul 02.00, Sabtu (7/5) kemarin. Namun baru dibongkar untuk dipindahkan ke dalam gedung sekitar pukul 06.00 dengan pengawalan ketat pihak Kepolisian.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan Kota Semarang, Sutarto mengatakan semua naskah soal Unas telah lengkap sesuai dengan berita acara. Sedangkan untuk total siswa yang mengikuti Unas sebanyak 24.623 siswa yang terdiri atas 236 sekolahan termasuk SMPLB.

“Sedangkan sekolah yang melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ada 6 sekolahan yakni SMP Nasima, SMP Semesta, Stanford School, Singapore School, Bina Bangsa School dan Maria Regina School dengan total 197 siswa,” katanya.

Terkait dengan soal cadangan, Sutarto menegaskan tidak ada. Karena setiap ruang ada saving I. Misalnya apabila peserta Unas ada 20 amplop, maka akan diberikan amplop berisi 21 soal. Apabila pesertanya 9, maka diberi amplop 10 soal.

“Nanti siang atau sore masing-masing sub rayon akan dipanggil untuk melakukan pengecekan. Sehingga besok tinggal distribusi dan tidak mengecek data lagi. Apabila ada kekurangan, masih ada waktu untuk berkomunikasi dengan pihak provinsi,” katanya.
Dan untuk esok harinya, Minggu (8/5) akan dilakukan distribusi soal Unas ke masing-masing sub rayon yang berjumlah 9 sub rayon.

“Rencananya besok pagi (hari ini, red) akan dilakukan pendistribusian soal ke sub rayon mulai pukul 08.00,” katanya.
Di SMPLB sendiri, katanya, terdapat 7 siswa SMPLB akan mengikuti Unas pada Senin (9/5) besok. Siswa tersebut dari SMPLB B Widya Bhakti tiga siswa, SMPLB D1 YPAC Semarang tiga siswa dan SMPLB Negeri Semarang satu siswa. “Yang menggunakan huruf braille hanya ada satu siswa di SLB Negeri Semarang,” katanya. (den/hid/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Perencanaan Tak Matang, UU Gugur di Uji Materi MK

BENDAN DUWUR — Persoalan Undang-undang (UU) yang menabrak konstitusi dasar ketatanegaraan Indonesia tidak perlu terjadi apabila penyusunan UU dilakukan secara serius, matang dan terencana. ”Banyak...

Geram: Jangan Ada Kesan Tebang Pilih

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Angka penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah tergolong tinggi. Indikasinya, napi yang mendekam di Lapas Kedungpane Semarang, justru didominasi napi penyalahgunaan narkoba. Baik itu...

Pasang Bendera Setengah Tiang

TANJUNG MAS - Warga Kebonharjo, Kelurahan Tanjungmas, Semarang, melakukan aksi keprihatinan dengan mengibarkan bendera merah putih setengah tiang. Aksi tersebut bukan karena memperingati hari...

Ombudsman Soroti Celah Kecurangan

SEMARANG– Sebanyak 6.010 peserta pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum dan HAM) Jateng dinyatakan gugur. Namun ada...

More Articles Like This

- Advertisement -