Jaringan Trafficking Berhasil Terbongkar

490
DIINTEROGASI : Kasubbag Humas Polres Tegal AKP Suwarno di hadapan kedua tersangka human trafficking kemarin. (HERMAS PURWADI / RADAR SLAWI)
DIINTEROGASI : Kasubbag Humas Polres Tegal AKP Suwarno di hadapan kedua tersangka human trafficking kemarin. (HERMAS PURWADI / RADAR SLAWI)
DIINTEROGASI : Kasubbag Humas Polres Tegal AKP Suwarno di hadapan kedua tersangka human trafficking kemarin. (HERMAS PURWADI / RADAR SLAWI)
DIINTEROGASI : Kasubbag Humas Polres Tegal AKP Suwarno di hadapan kedua tersangka human trafficking kemarin. (HERMAS PURWADI / RADAR SLAWI)

SLAWI–Kasus perdagangan manusia (human trafficking) masih belum berhenti. Kali ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA) Sat Reskrim Polres Tegal berhasil mengendus jaringan tersebut. Alhasil, dua pelaku penyalur anak di bawah umur berhasil diringkus.

Kapolres AKBP RH Wibowo SH SIK, melalui Kasubbag Humas AKP Suwarno SH menyatakan, kedua pelaku kini terus menjalani proses penyidikan dan mendekam di rutan Brata Wirya Mapolres Tegal. ”Terkuaknya kasus perdagangan orang ini bermula dari laporan dua korban, yakni SR, 27, warga Desa Brekat, Kecamatan Tarub dan DA, 16, warga Desa Kendalserut, Kecamatan Pangkah. Keduanya ditawari pekerjaan oleh pelaku bekerja di sebuah kafe di daerah Jakarta dengan gaji Rp 2 juta sebulan,” ujarnya Selasa (3/5) lalu.

Dari pelaporan itu, tim Unit PPA berupaya mencari jejak keberadaan pelaku. Awalnya petugas berhasil meringkus SM, 34, warga Jalan Kapten Ismail, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Dari penangkapan lelaki yang berprofesi sebagai montir tersebut, petugas mengembangkan penyidikan dan berhasil meringkus RS,50, warga Desa Bumiharja, Kecamatan Tarub. ”Keduanya sempat menawarkan pekerjaan kepada korban sebagai pramusaji kafe kepada kedua orang tua korban. Setelah berhasil meyakinkan kedua orang tua korban, tersangka RS menerbangkan kedua korban menuju Pekanbaru, Kepulauan Riau,” tuturnya.