Ekspor Turun, Perekonomian Melambat

235

SEMARANG – Badan Pusat Statistik Jawa Tengah mencatat, kondisi ekonomi Jawa Tengah triwulan I tahun ini tumbuh 5,1 persen dibanding triwulan tahun lalu. Namun demikian, pertumbuhan pada triwulan I tahun ini melambat dibandingkan periode tahun sebelumnya yang tumbuh hingga 5,6 persen. Perlambatan salah satunya disebabkan oleh menurunnya ekspor Jawa Tengah.

“Pertumbuhan sebesar 5,1 persen ini terbilang masih bagus, bahkan di atas pertumbuhan nasional. Namun sayangnya, pertumbuhan ini lebih rendah dari pertumbuhan tahun sebelumnya,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Margo Yuwono, kemarin.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi ini menurutnya disebabkan oleh menurunnya ekspor Jawa Tengah, khususnya ekspor tekstil yang merupakan salah satu komoditas ekspor terbesar. Penurunan tersebut juga sebagai dampak dari ekonomi negara tujuan yang juga masih kurang baik. “Negara tujuan ekspor kita ini mengurangi impor dari negara lain dan memperbesar produksi domestik. Hal ini yang pada ujungnya berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama tahun ini,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menggarisbawahi akan tingginya impor bahan baku. Sektor industri tekstil misalnya. Ekspor untuk sektor ini memang cukup tinggi, namun demikian impor bahan bakunya pun, seperti kapas juga cukup tinggi. “Kandungan impor yang cukup tinggi ini juga ke depannya memberikan dampak yang kurang sehat bagi perekonomian,” tegas Margo.

Menurutnya, beberapa upaya yang dapat ditempuh pemerintah terkait perlambatan ekonomi ini yaitu dengan meningkatkan ekspor serta investasi. Namun demikian, investasi pun ke depan harus diseleksi, terkait investasi untuk industri yang lebih berpihak pada penggunaan bahan baku lokal.

Namun demikian, lanjutnya, ke depan diharapkan investasi dan industri bisa lebih ditata, lebih diprioritaskan bagi industri-industri yang menggunakan bahan baku lokal. “Dengan demikian, kita tidak terlalu banyak bergantung lagi dengan luar negeri. Sehingga perekonomian bisa tumbuh dengan baik,” tandasnya. (dna/smu)