DILANTIK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melantik HM Natsir-Joko Sutanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Demak, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILANTIK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melantik HM Natsir-Joko Sutanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Demak, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILANTIK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melantik HM Natsir-Joko Sutanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Demak, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILANTIK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melantik HM Natsir-Joko Sutanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Demak, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Bupati Demak dan Sragen yang dilantik Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gradhika Bhakti Praja, Selasa (4/5) kemarin, langsung diberi pekerjaan rumah (PR) seabrek. Terutama mengenai pengentasan kemiskinan lantaran dua kabupaten itu masuk dalam 15 wilayah zona merah kemiskinan.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, angka kemiskinan Kabupaten Demak mencapai 14,60 persen, dan Sragen 14,87 persen. Untuk mengatasi berbagai masalah kemiskinan tersebut, Pemerintah Kabupaten Demak dan Sragen diminta berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti tokoh agama dan TNI/Polri, sehingga mampu mengejar ketertinggalan dengan daerah lain.

”Tapi tenang. Banyak pihak yang akan membantu. Kita harus nyengkuyung untuk mengatasi angka kemiskinan,” ucap Ganjar setelah melantik HM Natsir-Joko Sutanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Demak dan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Dedy Endriyatno sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sragen.

Selain memangkas angka kemiskinan, Ganjar juga memberi wejangan agar kedua pemimpin daerah tersebut bisa mengupayakan pembangunan infrastruktur serta daulat pangan. Tidak hanya itu, reformasi birokrasi pun menjadi PR penting agar bisa cepat, mudah dan murah dalam melayani masyarakat.