MULAI SELEKSI : Sejumlah pemain pendatang, termasuk eks punggawa Timnas U-19, M Rizky Ramadhan mengikuti seleksi Persip tahap pertama yang digelar bersamaan dengan latihan perdana, Kamis (14/4) kemarin. (M AINUL ATHO'/RADAR PEKALONGAN)
MULAI SELEKSI : Sejumlah pemain pendatang, termasuk eks punggawa Timnas U-19, M Rizky Ramadhan mengikuti seleksi Persip tahap pertama yang digelar bersamaan dengan latihan perdana, Kamis (14/4) kemarin. (M AINUL ATHO'/RADAR PEKALONGAN)

PEKALONGAN-Menjelang laga perdana Indonesia Soccer Championship (ISC) B pada 7 Mei 2016 mendatang, skuad Persip Pekalongan terus dibenahi. Selain meningkatkan kinerja dan kekompakan pemain yang sudah ada, jajaran pelatih masih membutuhkan striker yang haus gol untuk melengkapi kerangka tim yang sudah terbentuk.

Pelatih Persip, Nasal Musthofa mengatakan, setelah melewati dua laga uji coba, dirinya sudah mendapatkan gambaran kerangka tim. Selain untuk tim utama, Nasal juga sudah menyiapkan formasi-formasi alternatif untuk mengantisipasi absennya pemain. “Kerangka tim sudah ada tinggal pembenahan di satu dua pos,” jelasnya saat dihubungi, Selasa (3/5) kemarin.

Dari kerangka tim yang sudah terbentuk, lanjut Nasal, 60 persen di antaranya merupakan pemain baru dan 40 persen lainnya pemain lama. Mengenai formasi, dalam pertandingan melawan Cilegon United lalu dia mengaku menggunakan formasi 4-2-3-1 yang bisa dirubah menjadi 4-4-2 sesuai kondisi dan kebutuhan tim. “Gambarannya kami sudah dapat,” ucap Nasal.

Untuk melengkapi tim, dia menyatakan masih membutuhkan striker untuk menambah daya gedor lini depan Persip. “Dari segi kebutuhan pemain hingga saat ini, kami masih butuh striker. Minimal dua striker, tapi yang siap pakai. Untuk sektor lainnya, kami menilai pemain yang saat ini ada sudah mencukupi untuk kebutuhan tim,” tuturnya.

Dalam dua kali uji coba, Nasal mengaku lini depan Laskar Kalong masih belum gahar. Dia menginginkan ada pemain depan yang mempunyai karakter haus gol, sehingga dapat menjadi tumpuan tim untuk mencetak gol. “Jadi harapan kami kalau ada pemain yang datang ini, yang sudah siap pakai dan siap bermain. Sehingga bisa melengkapi tim ini,” tambah dia.

Pasca kekalahan atas Cilegon United, Nasal mengakui pembenahan mental pemain menjadi salah satu prioritas dalam latihan. Jajaran pelatih, kata dia, melakukan pendekatan ke setiap pemain untuk memberikan motivasi agar memiliki daya juang tinggi. “Kami terus benahi mental anak-anak, dan bagaimana agar koordinasi tim berjalan saat pertandingan. Salah satunya karena faktor mental. Kalau bisa enjoy, nyaman bermain maka koordinasi akan baik dan kemampuan terbaik pemain juga bisa keluar,” ujar dia.

Menjelang laga perdana yang akan dimainkan dalam beberapa hari kedepan, pelatih terus menggeber para pemain. Latihan dilakuakn rutin setiap hari pada pagi dan sore. Pemantapan koordinasi, organisasi permainan dan penguatan mental menjadi fokus dalam persiapan. Targetnya, pemain bisa enjoy dan bermain lepas. “Kuncinya main enjoy dan lepas agar bisa menampilkan yang terbaik,” katanya. (nul/jpnn/ida)