SEMARANG – Penderita penyakit jantung saat ini juga menjangkit pada usia muda. Hal ini mengundang keprihatinan Yayasan Jantung Indonesia (YJI).

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Sehat Syahlina Zuhal, menjelaskan, jika pada usia dewasa antara 18 hingga 64 tahun, seseorang harusnya melakukan kegiatan fisik minimal 150 menit dengan intensitas sedang, atau 75 menit dengan intensitas yang tinggi setiap hari untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, stroke dan 2 jenis penyakit diabetes.

“Pada usia 65 tahun ke atas, kegiatan fisik dapat dilakukan mulai dari berolahraga atau latihan teratur hingga kegiatan lainnya seperti berjalan kaki, menari atau berkebun,” jelasnya, saat menghadiri Revitalisasi Organisasi Yayasan Jantung Indonesia dalam Menurunkan Kasus Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Hotel Patra Jasa Semarang, beberapa waktu lalu.

Seiring bertambahnya usia, tubuh membakar kalori lebih sedikit. Kelebihan berat badan menyebabkan jantung bekerja lebih berat dan meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

Selain itu, Syahlina juga menyoroti gaya hidup anak muda yang menyebabkan rentan terkena penyakit jantung. “Kesukaan anak jaman sekarang pada makanan cepat saji. Juga kurangnya aktivitas bergerak, karena anak jaman sekarang lebih suka bermain gadget daripada kasti atau lompat tali. Merupakan pemicu terjangkitnya penyakit jantung,” ungkap Syahlina kepada Radar Semarang.

Ketua YJI Cabang Utama Jateng Sri Lestari Soediro menambahkan, selain olahraga teratur pola hidup yang harus diikuti agar memiliki jantung sehat adalah dengan diet tinggi serat, rendah lemak dan garam, berhenti merokok karena nikotin pada rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah, kelola stress dengan baik caranya takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, lakukan pemeriksaan dan jagalah tekanan darah secara teratur pada batas aman. “Dengan menerapkan pola hidup sehat kami berharap dapat menurunkan dan mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah sebesar 25 persen sebelum tahun 2025 mendatang,” ungkapnya. (eny/smu)