KRAPYAK – Hukuman penjara tak membuat jera Achmad Widodo alias Mat Kupik, seorang sopir angkutan barang, warga Kampung Tegalsari RT 4 RW 7, Kelurahan Tambakrejo, Gayamsari, Semarang. Pernah dipidana karena menganiaya istrinya sendiri, kini dia harus bersiap menjalani hukuman penjara karena melakukan penganiayaan terhadap Agus Purwanto hingga menyebabkan luka berat dengan luka tusuk.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Semarang, Zahri Aeniwati menyatakan terdakwa Achmad Widodo melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan.

”Kami menuntut terdakwa Achmad Widodo alias Mat Kupik bin Legiman dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dikurangi selama terdakwa dalam masa tahanan sementara dengan perintah tetap ditahan dan kewajiban membayar perkara Rp 2 ribu,” kata JPU yang akrab disapa Aeni kepada Jawa Pos Radar Semarang usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (3/5).

Selanjutnya barang bukti sebilah pisau bergerigi terbuat dari logam warna silver kehitaman bertuliskan Raider dengan gagang dari logam panjang kurang lebih 30 Cm untuk dirampas dan dimusnahkan. Sementara 1 unit sepeda motor Yamaha Xeon warna putih No Pol H 6065 AG dikembalikan ke terdakwa.

JPU menjelaskan kronologi kejadian penganiayaan tersebut terjadi 1 Februari lalu bertempat di warung Bu Mawarti di Kampung Tenggang RT 4 RW 8, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Terdakwa dengan menggunakan motor menemui Agus Purwanto yang sedang di warung makan. Terdakwa bertanya ”Geong mana?,” dan oleh Agus dijawab ”Tidak tahu, coba saja dicari di rumahnya.”

Mendengar jawaban itu terdakwa emosi dan mengambil pisau dari pinggang dan langsung menusukkan satu kali mengenai pundak sebelah kiri Agus. Agus melakukan perlawanan dan berusaha merebut pisau dari terdakwa. Namun terdakwa berhasil mempertahankan pisau tersebut dan menusukkan pisau tersebut ke Agus hingga tiga kali mengenai pundak kanan dan kiri.

Penganiayaan berhenti setelah saksi Slamet Fajar Nugroho melerai dan berhasil merebut pisau dari tangan terdakwa, lalu membawa korban pergi ke RS Islam Sultan Agung Semarang. Terdakwa yang sempat melarikan diri kemudian ditangkap pihak kepolisian. (jks/smu/ce1)