TUDUH KONGKALIKONG: Puluhan warga Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen membentangkan spanduk panjang berisi penolakan terhadap pembangunan pabrik PT Semen Gombong di depan Gubernuran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUDUH KONGKALIKONG: Puluhan warga Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen membentangkan spanduk panjang berisi penolakan terhadap pembangunan pabrik PT Semen Gombong di depan Gubernuran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUDUH KONGKALIKONG: Puluhan warga Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen membentangkan spanduk panjang berisi penolakan terhadap pembangunan pabrik PT Semen Gombong di depan Gubernuran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUDUH KONGKALIKONG: Puluhan warga Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen membentangkan spanduk panjang berisi penolakan terhadap pembangunan pabrik PT Semen Gombong di depan Gubernuran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Puluhan warga dari Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen menggeruduk kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (2/4). Mereka menggelar demonstrasi menolak proses pembangunan pabrik semen PT Semen Gombong karena mengancam keberadaan mata air setempat.

Korlap Aksi Lapiyo menjelaskan, kontroversi perubahan kawasan bentang alam karst sebagai kawasan lindung justru dipersempit demi kepentingan pembangunan PT Semen Gombong. Pemangkasan ini tidak mengacu pada wilayah karst yang seharusnya dilindungi, yaitu memiliki bukit kerucut, gua, dan ponor.

Dalam orasinya, Lapiyo juga mengungkapkan adanya dugaan kongkalikong antara pejabat dengan pihak PT Semen Gombong agar pabrik semen ini mendapat izin beroperasi. ”Kami menuntut kepada pemerintah untuk membentuk tim investigasi terkait perubahan kawasan bentang alam karst dan mengembalikan luasan yang dilidungi, seperti semula,” ucapnya.

Selain dianggap merusak alam, juga ada masalah dalam pembebasan lahan. Hingga saat ini, beberapa tanah warga yang sudah dibebaskan lahannya tidak diberikan ganti rugi secara penuh. Padahal kesepakatan itu sudah berlangsung sekitar 18 tahun silam. (amh/ric/ce1)