Sudarmono Bongkar Pemotong Dana

392

SEMARANG – Perjalanan panjang bakal dilalui mantan Kepala Gudang Bulog Baru (KGBB) Mangkang Kulon Sub Divre Semarang, Sudarmono (S) dalam menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Kedungpane Semarang. Karena sejak ditahan berkas perkara atas kasus dugaan korupsi stock opname beras Bulog di Gudang Mangkang Kulon Sub Divre Semarang 2015 diketahui masih saja tahap pemberkasaan.

Terdakwa Sudarmono melalui kuasa hukumnya Ahmad Hadi Prayitno mengatakan, kalau kliennya sudah mengungkapkan perkara tersebut di hadapan BPKP Perwakilan Jateng saat melakukan klarifikasi siapa-siapa yang menerima uang dan menyuruh melakukan pemotongan beras. ”Yang menyuruh pemotongan Kepala Sub Divre Bulog Semarang Mustofa Kamal yang menjabat pada 2013 dan pihak penyedia beras atau mitra kerja, yakni Edy Wijaya dari UD Mutiara Jaya,” kata advokat yang akrab disapa Prayitno kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (2/5).

Sementara itu, Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah diketahui telah menahan Sudarmono sejak Kamis (3/3) selama 20 hari. Masa tahanannya pun diperpanjang menjadi 40 hari. ”Karena berkas penyidikannya belum rampung. Kami menunggu kelengkapan berkas setelah lengkap nanti diserahkan ke penuntut umum,” kata Asisten Intelijen Kejati Jateng, Yakob Hendrik P melalui Kasi Penkum, Sugeng Riyadi.

Terpisah, Koordinator Bidang Analisis Data pada Komunitas Pemerhati Korupsi (KOMPAK) Jateng, Kristiono meminta penyidik untuk segera melimpahkan berkas tersebut ke pengadilan dengan tujuan agar kepastian hukum dapat diketahui kedua tersangka. Pihaknya juga meminta penyidik tidak main-main dalam perkara tersebut, ia berharap aktor intelektualnya atas perkara tersebut segera ditemukan. ”Kami minta jangan tebang pilih dalam menangani perkara tersebut. Berkasnya juga segera dilimpahkan ke pengadilan agar publik tahu nanti siapa-siapa yang terungkap menerima aliran dana tersebut ketika diperiksa di sidang,” tandasnya. (jks/zal/ce1)