GAGAL POIN PENUH: Bomber PSIS Hari Nur Yulianto (putih) mendapatkan pengawalan ketat pemain belakang Persipur Heri Susilo di laga perdana ISC B menghadapi Persipur, Minggu sore (1/5) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAGAL POIN PENUH: Bomber PSIS Hari Nur Yulianto (putih) mendapatkan pengawalan ketat pemain belakang Persipur Heri Susilo di laga perdana ISC B menghadapi Persipur, Minggu sore (1/5) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAGAL POIN PENUH: Bomber PSIS Hari Nur Yulianto (putih) mendapatkan pengawalan ketat pemain belakang Persipur Heri Susilo di laga perdana ISC B menghadapi Persipur, Minggu sore (1/5) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAGAL POIN PENUH: Bomber PSIS Hari Nur Yulianto (putih) mendapatkan pengawalan ketat pemain belakang Persipur Heri Susilo di laga perdana ISC B menghadapi Persipur, Minggu sore (1/5) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PURWODADI – PSIS Semarang harus puas membawa pulang satu poin, buntut dari hasil seri 0-0 pada laga perdana mereka di Indonesia Soccer Championship (ISC) B versus Persipur di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Minggu sore (1/5) kemarin. Tampil di laga perdana kompetisi kasta kedua ini, baik Persipur maupun PSIS masih tampak canggung di awal babak pertama. Alhasil kesalahan-kesalahan mendasar terlalu sering dilakukan oleh kedua tim.

Tim tamu PSIS Semarang sendiri menurunkan skuad terbaik mereka dengan skema 4-2-3-1 yang menjadi pakem coach Eko Riyadi selama ini. Lima pemain tengah yaitu Ahmad Agung, M. Yunus, Edianto, Feri Ariawan dan juga Hari Nur Yulianto turun sebagai starter.

Namun sayang, sepanjang babak pertama, skema serangan tim berjuluk Mahesa Jenar itu belum mampu berjalan dengan baik. Bahkan anak-anak PSIS tidak mampu membangun skema peluang hingga akhirnya skor imbang 0-0 berakhir hingga turun minum.

Di babak kedua, tim Mahesa Jenar ingin sedikit me-refresh lini tengah mereka dengan memasukkan winger anyar mereka Wage Dwi Aryo dan sedikit mendorong M. Yunus sedikit turun ke bawah mendampingi Ahmad Agung sebagai breaker.

Hasilnya cukup lumayan, aliran bola ke sayap dan lone striker mereka Johan Yoga mulai lancar. Beberapa peluang tercipta, meski akhirnya tetap harus mentah di tangan kiper Persipur, Yoga Wahyu Utama.