Minta Digelar Lagi

589
ANTUSIAS: Para peserta golden challenge penuh semangat untuk memenangkan lomba. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTUSIAS: Para peserta golden challenge penuh semangat untuk memenangkan lomba. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTUSIAS: Para peserta golden challenge penuh semangat untuk memenangkan lomba. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTUSIAS: Para peserta golden challenge penuh semangat untuk memenangkan lomba. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Suksesnya gelaran Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Regional Championship Kota Semarang berdampak pada harapan para peserta untuk dilaksanakan lagi tahun depan. Pasalnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat yang luar biasa.

Seperti yang dirasakan Ely Tri Cahyani, peserta dari pangkalan Gugus Depan (Gudep) SD Al-Irsyad Semarang. Ia menilai, kegiatan ISC bersama Antangin Junior memberikan kesempatan bagi dirinya untuk belajar mandiri mengenal lebih banyak teman. “Selain punya dari teman dari satu sekolah, saya juga akhirnya memiliki teman dari sekolah lain,” akunya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Terkait game atau tantangan yang diberikan panitia, Ely mengaku sangat mengasyikkan. Meski tidak semuanya mendapat hasil yang maksimal, ia menyatakan dapat pelajaran tentang kerjasama dan kekompakan. “Pinginnya tahun depan diadakan lagi,” sambungnya.

Hal senada diungkapkan Gentar Pamungkas. Peserta dari Gudep SD PL Vincentius Semarang ini mengaku terkesan dengan game-game yang ada di ISC bersama Antangin Junior. Selain dapat melatih kemandirian, menurutnya, melalui kegiatan tersebut juga mengajarkan untuk tidak mudah menyalahkan orang lain. “Untuk menang, butuh kerjasama dan harus tenang,” ujarnya usai mengikuti Team Building I itu.

Antusiasme untuk mengikuti kegiatan ISC tidak hanya ditunjukkan oleh peserta saja, akan tetapi para pembina pendamping juga tidak jauh beda. Seperti yang dirasakan pembina pendamping dari SD Bendan Ngisor Semarang Yustina Purwati. Menurutnya, kegiatan ISC membuat anak menjadi aktif berkegiatan. “Ditunjuk atau tidak ditunjuk (Kwarran), kami tetap akan ikut. Sebab, kami sudah mempelajari daerah-daerah lain melalui internet,” akunya.

Tidak hanya itu saja, lanjut dia, melalui kegiatan ISC anak-anak juga dilatih untuk selalu menjaga kebersihan. Sehingga ketika melihat ada sesuatu yang kotor, seketika langsung dibersihkan. “Ketika melepas pakaian tidak lagi asal buang, tapi ditata dulu,” sambungnya seraya berharap kegiatan serupa digelar lagi tahun depan. (fai/zal)