TUNGGU KEPASTIAN: BJL 2000 Cosmo Semarang harus menunda langkah mereka menuju final four PFL 2016 seiring ditundanya pelaksanaan laga Seri 7 kompetisi kasta tertinggi tersebut. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNGGU KEPASTIAN: BJL 2000 Cosmo Semarang harus menunda langkah mereka menuju final four PFL 2016 seiring ditundanya pelaksanaan laga Seri 7 kompetisi kasta tertinggi tersebut. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNGGU KEPASTIAN: BJL 2000 Cosmo Semarang harus menunda langkah mereka menuju final four PFL 2016 seiring ditundanya pelaksanaan laga Seri 7 kompetisi kasta tertinggi tersebut. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNGGU KEPASTIAN: BJL 2000 Cosmo Semarang harus menunda langkah mereka menuju final four PFL 2016 seiring ditundanya pelaksanaan laga Seri 7 kompetisi kasta tertinggi tersebut. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – BJL 2000 Cosmo tengah menyusun ulang program persiapan tampil di seri ke-tujuh Pro Futsal League (PFL) 2016. Hal itu dikarenakan, pelaksanaan seri ke-tujuh di GOR C-Tra Arena, Bandung, diundur dari jadwal semula yang akan digelar 30 April-1 Mei menjadi 7-8 Mei.

Mundurnya jadwal tersebut karena GOR C-Tra Arena Bandung digunakan untuk final four Proliga 2016. Awalnya, tuan rumah mengusulkan agar venue dipundah ke Progresif Futsal, Jalan Soekarno-hatta, Bandung di tanggal yang sama.

Namun hal itu ditolak sejumlah klub dan pemegang hak siar. Alasannya, Progresif Futsal tidak memenuhi standar dalam penyelenggaraan ajang futsal profesional sekelas PFL. Melalui kesepakatan bersama, akhirnya seri ketujuh tetap digelar di GOR C-Tra Arena, namun tanggal pelaksanaan berubah.

”Keputusan ini harus diterima, meski secara tim sebenarnya kami sudah siap untuk tampil. Kini, kami susun ulang program persiapan untuk tampil pada 7-8 Mei. Kini kami akan memperbanyak laga uji coba untuk menjaga atmosfer kompetisi,” ujar Manajer Tim BJL 2000 Suyatno.

Seri ke-tujuh menjadi penentu siapa yang melaju ke final four PFL. Lima tim masih berpeluang mendapatkan dua tiket yang diperebutkan. Dimulai BJL 2000 dipuncak klasemen dengan 26 poin, kemudian Electric PLN dan Libido Pingdus FC masing-masing dengan 22 poin dan 21 poin. Diikuti Bie The Great Bekasi dan Biangbola Kaltim yang sama-sama mengumpulkan 20 poin. BJL sendiri akan berjumpa Electric PLN dan Mataram FC di seri penutup.

Sementara di Wilayah Timur, Vamos Mataram sudah memastikan satu tiket. Mereka di puncak klasemen dengan 28 poin dan sudah tak terkejar para pesaing. Sedangkan satu tiket lagi masih akan diperebutkan oleh dua tim, yakni Black Steel Manokwari dengan 20 poin, IPC Pelindo Jakarta dengan 19 poin.

PFL Wilayah Timur akan menjalani seri terakhir di GOR POPKI, Jakarta, 21 Mei mendatang. Di seri pamungkas, Black Steel akan bentrok dengan IPC Pelindo, pada Sabtu (21/5). Di hari berikutnya, IPC Pelindo menghadapi Pinky Boys, sedangkan Black Steel melawan WPK MBU. (bas)