PENADAH: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin saat menginterogasi keempat tersangka penadah handphone. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENADAH: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin saat menginterogasi keempat tersangka penadah handphone. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENADAH: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin saat menginterogasi keempat tersangka penadah handphone. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENADAH: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin saat menginterogasi keempat tersangka penadah handphone. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Komplotan sopir PT Telaga Baru Transindo, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengangkut barang menjadi tersangka penyelundupan handphone (HP) sebanyak 7.410 unit jenis Evercoss dan Advan. Ditaksir, penyelundupan tersebut mengakibatkan kerugian hingga Rp 7 miliar.

Empat orang yang berperan sebagai penadah berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh tim Resmob Polrestabes Semarang pimpinan Aiptu Janadi. Mereka berinisial NR, 45; AT, 29; AB, 46, dan WA, 49. Keempatnya warga Kabupaten Mojokerto Jawa Timur.

Sayangnya, tersangka utama yang bekerja sebagai sopir di perusahaan pengangkut barang, Erwin, 28, warga Kediri, dan Zaenal Sodiqin, 45, warga Kabupaten Mojokerto, belum berhasil ditangkap. Saat ini, keduanya masih menjadi buron.

Penyelundupan handphone ini bermula dari Semarang. Ketika itu, mobil milik PT Telaga Baru Transindo yang dikemudikan salah satu tersangka, membawa ribuan unit handphone.

”Barang tersebut sedianya akan dikirim ke Surabaya. Namun sesampainya di Lamongan dan Mojokerto, justru barang tersebut dijual,” jelas Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (29/4).