Rp 1 T untuk Bangun Hotel Tentrem

Dilengkapi Mal, Tower dan Apartemen

545
DUKUNGAN PENUH: Jajaran manajemen PT Candi Baru beserta Gubernur, Pangdam, Kapolda, Wali Kota Semarang saat peletakan batu pertama Hotel Tentrem Semarang, di Jalan Gajah Mada Semarang Jumat (29/4) kemarin. (Adityo Dwi R/Jawa Pos Radar Semarang)
DUKUNGAN PENUH: Jajaran manajemen PT Candi Baru beserta Gubernur, Pangdam, Kapolda, Wali Kota Semarang saat peletakan batu pertama Hotel Tentrem Semarang, di Jalan Gajah Mada Semarang Jumat (29/4) kemarin. (Adityo Dwi R/Jawa Pos Radar Semarang)
DUKUNGAN PENUH: Jajaran manajemen PT Candi Baru beserta Gubernur, Pangdam, Kapolda, Wali Kota Semarang saat peletakan batu pertama Hotel Tentrem Semarang, di Jalan Gajah Mada Semarang Jumat (29/4) kemarin. (Adityo Dwi R/Jawa Pos Radar Semarang)
DUKUNGAN PENUH: Jajaran manajemen PT Candi Baru beserta Gubernur, Pangdam, Kapolda, Wali Kota Semarang saat peletakan batu pertama Hotel Tentrem Semarang, di Jalan Gajah Mada Semarang Jumat (29/4) kemarin. (Adityo Dwi R/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Gairahkan pariwisata di Jawa Tengah PT Candi Baru investasikan dana Rp 1 triliun untuk membangun Hotel Tentrem di Semarang. Dengan hadirnya Hotel Tentrem di Semarang diharapkan pariwisata di Jateng akan tumbuh.

Komisaris Utama PT Candi Baru Irwan Hidayat mengatakan persaingan hotel terutama di Semarang sekarang ini sangat ketat. Namun pihaknya meyakini ke depan pangsa pasar hotel akan terus tumbuh. “Kita harus berpikir yang akan datang bagaimana. Saya yakin pangsa pasar akan terus tumbuh,” katanya, saat peletakan batu pertama Hotel Tentrem Semarang, di Jalan Gajah Mada Semarang Jumat (29/4) kemarin.

Dijelaskan Irwan Hidayat yang juga Presiden Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, memperluas jaringan bisnisnya dengan membangun Hotel Tentrem di Semarang, karena Semarang memiliki potensi yang sangat besar, baik untuk wisata maupun bisnis. Karena Semarang merupakan ibukota Jawa Tengah.

Pemilihan investasi di Semarang untuk membangun Hotel Tentrem tidak dilakukan secara asal, melainkan dengan pertimbangan bisnis yang matang dan peluang ke depan. “Semua berdasar pertimbangan bisnis ke depan, karena tiga tahun lagi, hotel-hotel di Semarang tidak akan cukup menampung wisatawan,” tambahnya.

Kota Semarang pada 3-4 tahun ke depan, lanjut dia, tidak akan sama seperti sekarang seiring dengan kian pesatnya akses penghubung antar wilayah yang memudahkan orang untuk datang berkunjung. “Makanya, Semarang harus mempersiapkan diri didatangi semakin banyak turis. Sekarang saja, Semarang sudah terhubung dengan Singapura, dan kota-kota besar lainnya,” katanya.