Prof Budi Puji Pelaksanaan ISC Regional Semarang

806
LUAR BIASA: Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof Budi Prayitno, saat menyambangi peserta lomba hasta karya dari SDN Sambiroto 02. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUAR BIASA: Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof Budi Prayitno, saat menyambangi peserta lomba hasta karya dari SDN Sambiroto 02. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUAR BIASA: Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof Budi Prayitno, saat menyambangi peserta lomba hasta karya dari SDN Sambiroto 02. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUAR BIASA: Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof Budi Prayitno, saat menyambangi peserta lomba hasta karya dari SDN Sambiroto 02. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ajang Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Regional Championship Kota Semarang, Jumat (29/4) kemarin, memasuki kloter III. Seperti halnya pada kloter I dan kloter II, kegiatan ini diikuti ribuan peserta yang berasal dari siswa SD/MI dari 16 Kwartir Ranting (Kwarran) di Kota Semarang.

Kegiatan yang dilaksanakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Semarang bekerja sama dengan Jawa Pos Group di Lapangan Tembak, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang itu juga dibuka dengan penampilan kolosal Tari Rampak yang dimainkan siswa-siswi dari SD Srondol Wetan 06 Semarang. Hal itu tentunya semakin menambah keceriaan anak-anak mengikuti kegiatan yang baru kali pertama digelar di Kota Atlas ini.

Pada hari yang sama, hadir pula Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof Budi Prayitno. Pria yang akrab disapa Kak Budi itu secara khusus menyambangi adik-adik yang tengah mengikuti berbagai game dan tantangan yang diberikan panitia. Menurutnya, kegiatan ISC bersama Antangin Junior Regional Championship Kota Semarang sangat luar biasa.

”Yang pertama saya tentu sangat bangga. Karena ISC di Kwarcab Kota Semarang berjalan dengan baik dan lancar. Apalagi, kegiatan ini memiliki jumlah peserta terbesar dari kabupaten/kota yang pernah menyelenggarakan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, yang membuat dirinya lebih bangga setelah melakukan bincang-bincang dengan para peserta diketahui bahwa mereka sangat senang, gembira, dan bersungguh-sungguh karena ingin menjadi juara. Jika nantinya hal tersebut tidak tercapai, anak-anak mengaku tetap senang, karena mendapatkan pengalaman seru serta persahabatan yang luar biasa. ”Juara bukanlah tujuan utama. Akan tetapi proses belajar sambil bergembira yang selalu ditumbuhkan,” katanya.